Akhir Pekan, Rupiah Menguat dan Dolar Melemah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya di akhir pekan ini, Jumat, 19 Januari 2018. Rupiah ditutup menguat 0,23 persen atau 31 poin di Rp 13.316 per dolar Amerika Serikat.

    Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang lain di Asia juga terpantau menguat, dipimpin dolar Taiwan sebesar 0,61 persen, yen Jepang 0,49 persen, dan won Korea Selatan yang terapresiasi 0,43 persen.

    Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau satu-satunya yang terdepresiasi meski hanya dengan pelemahan tipis sebesar 0,02 persen.

    Adapun indeks dolar Amerika, yang mengukur kekuatan kurs dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, hari ini terpantau melemah 0,25 persen atau 0,226 poin ke level 90,272 pada pukul 17.12 WIB.

    Baca juga: Terapresiasi 0,09 Persen, Rupiah Akhiri Masa Pelemahan

    Sebelumnya, indeks dolar dibuka dengan kenaikan hanya 0,003 poin di level 90,501, setelah pada perdagangan Kamis, 18 Januari 2018, berakhir turun tipis 0,05 persen di posisi 90,498.

    Mata uang emerging markets di Asia menguat pekan ini, saat indeks dolar merayap di kisaran level terendahnya dalam tiga tahun di tengah kekhawatiran atas potensi government shutdown di Amerika Serikat.

    “Agenda utamanya adalah Amerika dan potensi government shutdown. Hal itu menyebabkan sedikit volatilitas pada pergerakan dolar,” kata Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Pagi tadi, rupiah dibuka dengan apresiasi tipis 7 poin atau 0,05 persen di posisi 13.340, setelah pada perdagangan Kamis, 18 Januari 2018, berakhir menguat 0,09 persen atau 12 poin di posisi 13.347. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.283-Rp 13.347 per dolar Amerika.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).