YLKI: Lazada Paling Banyak Diadukan Konsumen pada Harbolnas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hari belanja online sudah menjadi agenda publik di pengujung tahun dengan nilai transaksi yang terus bertumbuh. Acara ini digagas oleh tujuh perusahaan e-commerce pada 2012, yakni Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola.

    Hari belanja online sudah menjadi agenda publik di pengujung tahun dengan nilai transaksi yang terus bertumbuh. Acara ini digagas oleh tujuh perusahaan e-commerce pada 2012, yakni Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola.

    TEMPO.CO, Jakarta -Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan belanja online pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) terus meningkat sejak tiga tahun terakhir. Menurut staf Bidang Pengaduan YLKI, Abdul Baasith, penyedia layanan jasa e-commerce, Lazada , menjadi pihak yang paling dikeluhkan konsumen.

    "Setelah itu, Shopee, Tokopedia, Akulaku, Blibli, dan lainnya," kata Abdul di kantor YLKI, Jakarta, Jumat, 19 Januari 2018.

    Menurut Abdul, jenis keluhan konsumen saat Harbolnas, di antaranya barang tidak dikirim sebanyak 17 keluhan, sistem yang merugikan enam keluhan, refund tidak diproses lima keluhan, barang tidak sesuai empat keluhan, serta dugaan akun diretas satu keluhan.

    Abdul mengatakan ada sebanyak 46 persen aduan saat Harbolnas selama Desember 2017. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 40 persen dari 2016 yang hanya sebesar 6 persen.

    Saat dikonfirmasi, Head of Public Relation Lazada, Astrid Puspitasari mengatakan pihaknya belum menerima data dari YLKI terkait keluhan konsumen tersebut. "Saat ini kami belum terima data YLKI-nya, akan kami koordinasikan dulu secara internal ya," kata dia melalui pesan singkat kepada Tempo, Jumat, 19 Januari 2018.

    Ketua YLKI Tulus Abadi menuturkan persoalan belanja online memiliki berbagai masalah yang perlu diselesaikan. "Masih lemahnya regulasi, pemerintah belum sahkan RPP belanja online, lalu ada iktikad kurang baik dari operator e-commerce," ucapTulus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.