Stabilkan Harga Beras, Jawa Tengah Terus Gelar Operasi Pasar

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bulog terus melakukan berbagai upaya menstabilkan harga beras yang hingga kini masih terbilang cukup mahal karena operasi pasar masih belum merata.

    Kepala perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menuturkan hingga hari ini Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota.

    Di Jawa Tengah stok beras aman karena target yang ditetapkan Bulog, yakni menyalurkan 50 ribu ton beras hingga Maret. Namun, jika nanti dalam perkembangan harga beras relatif stabil dan dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET), maka secara otomatis operasi pasar akan berhenti.

    Baca juga: Izin Impor 500 Ribu Ton Beras Keluar, Ini Tanggapan Pelaku Usaha

    "Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya agar beras stabil, dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar," Kata Djoni, Rabu, 17 Januari 2018.

    Reputasi Jawa Tengah sebagai lumbung beras nasional membuat masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu risau akan adanya isu kelangkaan beras, sebab Bulog sudah mempersiapkan musim paceklik pada awal tahun 2018.

    Selain itu, Bulog juga melakukan operasi pasar ke sejumlah kota bukan pencatat inflasi, seperti Boyolali, Wonogiri, serta Brebes, dan beberapa keramaian masyarakat yang ada di Jawa Tengah.

    Bulog Divisi Regional Jawa Tengah sudah menyebar tim ke 322 titik dengan mobil khusus pengangkut beras, sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli beras dengan harga sesuai HET.

    Baca juga: Kemendag Resmi Keluarkan Izin Impor 500 Ribu Ton Beras

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan stok beras di Bulog sudah aman serta mencukupi sampai April nanti. Ganjar menambahkan, semua masyarakat Jawa Tengah tentunya akan kebagian jatah beras dari Bulog.

    "Saya menyampaikan jangan sampai polemik beras kali ini dimanfaatkan sejumlah pihak, menjadi alat politik untuk kepentingan calon kepala daerah yang terlibat dalam pilkada serentak tahun ini, Bulog kita dorong untuk semakin mempercepat penyerapan, sehingga impor beras yang dilakukan pemerintah tidak usah ke Jawa Tengah," ujarnya menegaskan.

    Pada Februari dan Maret mendatang diperkirakan akan ada panen raya, dan diharapkan operasi beras tidak terjadi lagi karena stok yang melimpah bisa membantu daerah lain.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.