Reshuffle Kabinet Jokowi, BEI: Tak Berpengaruh ke IHSG

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melantik menteri dan pejabat negara setingkat menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Januari 2018. ISTMAN MPD

    Presiden Joko Widodo melantik menteri dan pejabat negara setingkat menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Januari 2018. ISTMAN MPD

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan adanya reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tidak mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu karena menteri-menteri yang baru dilantik, menurut dia, akan tetap menjalankan program kerja yang sebelumnya.

    "Yang penting masterplan dari pemerintah bagaimana. Ini yang menjadi patokan bagi investor," kata dia di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.

    Ia menilai reshuffle kabinet akan berpengaruh pada IHSG jika menteri yang diganti memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian. "Misalnya Kementerian Keuangan, cuma saya kira pengaruhnya pun tidak secara signifikan paling hanya sebentar," ucapnya.

    Sebelumnya, Analis Binaartha Securitas, Reza Priyambada juga memperkirakan reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo hari ini tidak banyak berpengaruh pada indeks harga saham gabungan atau IHSG. "Saya lihat tidak terlalu banyak berpengaruh," kata Reza ketika dihubungi Tempo, Rabu, 17 Januari 2018.

    Kalaupun IHSG melemah, Reza menyebutkan hal itu karena profit taking setelah kenaikan sebelumnya dan antisipasi rilis suku bunga acuan esok hari. Kalaupun IHSG melemah, Reza menyebutkan hal itu karena profit taking setelah kenaikan sebelumnya dan antisipasi rilis suku bunga acuan esok hari.

    Hari ini, IHSG dibuka di level 6.429. Angka tertinggi pada pembukaan pagi ini 6.435 sedangkan terendah 6.421. Adapun 120 saham naik hingga pukul 9.30 atau 30 menit pembukaan pasar. Sementara 99 saham melemah dan 127 saham stabil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.