Menteri Jonan Dikabarkan Terkena Reshuffle, Pejabat ESDM Tak Tahu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonan-Disebut-Memberi-Paket-ke-Damayanti

    Jonan-Disebut-Memberi-Paket-ke-Damayanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dikabarkan ikut terkena reshuffle oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Jonan disebut akan menggantikan Rini Soemarno sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Ketika dikonfirmasi, sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ESDM mengaku tak tahu dengan adanya kabar ini. "Gak, saya belum dapat info soal itu," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.

    Baca: Rencana Jonan di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko. "Saya belum tidak tahu," ujarnya.

    Presiden Jokowi sendiri hari ini melakukan reshuffle kabinet terhadap sejumlah pos di kemeneterian. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham didapuk menjadi Menteri Sosial Menggantikan Khofifah Indra Parawansa.

    Tak hanya pos Menteri, posisi Kepala Kantor Staf Kepresidenan yang semula ditempati oleh Teten Masduki juga digantikan oleh mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Moeldoko.

    Isu pergeseran Jonan menjadi Menteri BUMN memang bukan kali ini saja terdengar. Pada Juli 2017 lalu, Jonan juga dikabarkan akan menjadi Menteri BUMN. Namun ternyata kabar tersebut akhirnya ditepis dengan kebijakan Jokowi yang tetap mempertahankan Jonan sebagai Menteri ESDM.

    Tempo mencoba mengkonfirmasi kabar ini kepada Jonan. Namun hingga berita ini diturunkan, Tempo belum berhasil memperoleh jawaban Jonan saat dihubungi via telepon maupun pesan WhatsApp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.