Jokowi Geram 3 Ribu Industri Buang Limbah ke Sungai Citarum

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi meninjau lokasi proyek sodetan Tarum Timur di Sungai Citarum, Kecamatan Compreng, Subang, Jawa Barat, 26 Desember 2014. Presiden Jokowi mengatakan bahwa sodetan sepanjang tujuh kilometer itu akan terealisasi dalam dua tahun. ANTARA/Agus Suparto

    Jokowi meninjau lokasi proyek sodetan Tarum Timur di Sungai Citarum, Kecamatan Compreng, Subang, Jawa Barat, 26 Desember 2014. Presiden Jokowi mengatakan bahwa sodetan sepanjang tujuh kilometer itu akan terealisasi dalam dua tahun. ANTARA/Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemarin mengumpulkan puluhan tokoh masyarakat pemerhati lingkungan Jawa Barat di Graha Wiksa Praniti, Bandung. Jokowi meminta masukan terkait pembenahan daerah aliran sungai Citarum.

    Sebelum pertemuan ini, presiden terlebih dahulu menggelar rapat terbatas bersama para menteri kabinet kerja, pemerintah daerah Jawa Barat, TNI, dan Polri membahas revitalisasi DAS Citarum. "Kami prihatin di Citarum kurang lebih info yang saya terima ada tiga ribu industri yang kebanyakan limbahnya dimasukkan ke sini," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca: Pemerintah Lanjutkan Program Revitalisasi Sungai Citarum, Dimulai Februari 2018

    Sementara itu, di sisi hulu sungai setidaknya ada 2.400 perambah liar yang menjadikan lahan di sekitarnya sebagai ladang kentang dan wortel. "Perlu solusi memindahkan mereka dari kentang ke produk lain yang ramah terhadap lingkungan itu," ucap Jokowi.

    Presiden menjelaskan sungai Citarum memiliki arti yang penting bagi masyarakat Jawa Barat. Citarum mempunyai nilai sejarah, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu berujar sebenarnya sudah ada upaya pembenahan Citarum. Namun pengerjaannya masih belum terintegrasi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    Menurut Jokowi, perbaikan sungai Citarum akan dilakukan secara bersama-sama mulai dari hulu, tengah, dan hilir sungai. Pemerintah bakal menggunakan anggaran dari APBN, APBD, pihak swasta dan dukungan dari dunia internasional. "Kami buat timeline (perbaikan) Citarum selama 2018. Perkiraan kami memang kalau dikerjakan secara cepat dan terus menerus kurang lebih tujuh tahun baru selesai," tuturnya.

    Jokowi menuturkan sungai Citarum menjadi sumber air minum bagi 27,5 juta penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta bergantung pada sungai Citarum. Bahkan, kata dia, 80 persen air minum warga DKI Jakarta bersumber dari air sulingan Citarum.

    Sungai Citarum berperan pula mengairi 400 ribu hektare lahan dan tiga pembangkit listrik tenaga air di Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Dari tiga PLTA ini, listrik yang dihasilkan mencapai 1.400 megawatt.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?