Soal Cantrang, Jokowi Terima Usul Nelayan Agar Lakukan Uji Petik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mencari solusi alternatif penggunaan cantrang yang lebih ramah terhadap lingkungan. Kepala Negara menerima usulan dari para nelayan yang meminta pemerintah melakukan uji petik yang melibatkan para ahli guna membuktikan apakah cantrang dapat merusak lingkungan atau tidak.

    Soal para nelayan yang meminta penggunaan dilegalkan selama uji petik, Jokowi menyatakan akan mencari solusinya. “Kami carikan solusi agar nelayan ini juga bisa melaut dengan baik,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi, Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca: Dukung Susi Pudjiastuti, Nelayan Tidore Tolak Penggunaan Cantrang

    Jokowi telah bertemu dengan 16 nelayan perwakilan nelayan Jawa Tengah yang berasal dari Tegal, Batang, Pati dan Rembang. Pertemuan tersebut diadakan di Kabupaten Tegal, Senin kemarin.

    Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mengaku memahami apa yang disampaikan nelayan dan sangat memperhatikan kesejahteraan para nelayan. Tuntutan para nelayan akan dibahas pada Rabu besok dengan mengikutsertakan sejumlah pihak terkait.

    Sejumlah pihak terkait itu antara lain adalah para wakil dari nelayan, bupati dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Kepresidenan Jakarta. “Nanti dibahas lebih detil lagi di Jakarta,” tuturnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Bupati Tegal Enthus Susmono, Wakil Walikota Tegal Nursholeh dan Bupati Pati Haryanto.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada pekan lalu meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak lagi menenggelamkan kapal pencuri ikan. Ia juga eminta agar penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan tak lagi dilarang. Pasalnya, cantrang tidak merusak lingkungan asal disertai dengan pengawasan yang ketat. 

    Luhut merujuk salah satu kajian dari Universitas Indonesia (UI) yang menyebutkan cantrang tetap ramah lingkungan jika dioperasikan dengan benar. Salah satu caranya dengan tidak diberi pemberat berlebihan sehingga tidak sampai ke dasar laut dan tidak didesain berkilo-kilometer.

    "Menurut penelitian mereka (UI), sebenarnya enggak masalah (menggunakan cantrang), asal diberi waktu tidak sepanjang tahun melakukan penangkapan ikan di daerah itu sehingga ikan sempat tumbuh," kata Luhut, Selasa sore, 9 Januari 2018.

     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.