BI: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi USD 347 Miliar

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rupiah. TEMPO/Budi Purwanto

    Ilustrasi rupiah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2017 tercatat sebesar US$ 347,3 miliar. Jumlah utang tersebut terhitung naik sebesar 9,1 persen secara tahunan (year on year).

    Berdasarkan kelompok peminjam, posisi utang luar negeri tercatat mengalami peningkatan paling banyak berada pada utang pada sektor publik. “Posisi utang luar negeri sektor publik tercatat sebesar US$ 176,6 miliar pada periode yang sama. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 14,3 persen secara tahunan atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,4 persen,” seperti dikutip dalam Laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia pada laman resmi Bank Indonesia, www.bi.go.id, Senin, 16 Januari 2018.   

    Baca: Utang Luar Negeri Indonesia Kurang Produktif Versi Indef 

    Sedangkan untuk sektor swasta pada November 2017 terjadi kenaikan utang luar negeri sebesar US$ 170,6 miliar. Jumlah tersebut tercatat naik 4,2 persen secara tahunan atau lebih tinggi 1,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    Sementara itu, berdasarkan jangka waktu asal, struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2017 masih didominasi oleh utang jangka panjang. Utang tersebut memiliki pangsa sebesar 85,7 persen dari total jumlah utang luar negeri.

    “Utang dengan jangka panjang tercatat tumbuh 7,5 persen secara tahunan dibandingkan dengan pada bulan sebelumnya yakni 3,9 persen,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

    Untuk utang jangka pendek memiliki pangsa sebesar 14,3 persen atau tumbuh 19,8 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yakni 10,8 persen.

    Jika dilihat secara sektor ekonomi utang luar negeri swasta terkonsentrasi pada empat sektor. Keempat sektor tersebut yakni, keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih (LGA) serta pertambangan. Menurut catatan BI, pangsa keempat sektor tersebut dalam total utang luar ngeti swasta mencapai 77,6 persen. Jumlah tersebut tercatat sedikit meningkat dibandingkan pangsa bulan sebelumnya yakni mencapai 76,9 persen.

    Karena itu, BI memandang bahwa perkembangan utang luar negeri Indonesia masih tetap terkendali hingga November 2017. Hal ini karena rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat stabil pada kisaran 34 persen.

    “BI akan terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk menyakinkan bahwa utang tersebut bisa berperan secara optimal mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan resiko yang bisa mempengaruhi perekonomian,” tertulis dalam laporan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.