Bulog Ditugaskan Impor Beras, Mendag: Tak Ada Spekulasi Lagi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja beristirahat di atas tumpukan karung beras saat dilakukan bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pekerja beristirahat di atas tumpukan karung beras saat dilakukan bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hasil rapat koordinasi memutuskan bahwa impor beras yang akan dilakukan oleh Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) akan digantikan oleh Bulog. Oleh karena itu, Enggartiasto meminta agar berbagai pihak tak perlu khawatir.

    "Yang jadi prioritas membeli beras dan gabah. Ini akan terus tetap dilakukan oleh Bulog berdasarkan pemerintah sehingga jangan dipertentangkan harga beras turun," kata Enggartiasto di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

    Enggartiasto mengatakan proses administrasi akan dilakukan satu sampai dua hari ini. "Jadi apa yang diperintahkan Pak Menko (Darmin Nasution) tadi, beras bisa segera masuk. Berdasarkan ketentuan yang berlaku pemerintah akan melakukan segera," ujar dia.

    Enggartiasto juga menegaskan impor beras akan berlangsung aman tanpa melanggar aturan. Dengan demikian, dia berharap tidak akan ada kekhawtiran kembali akan kekurangan stok beras.

    Selain itu, kata dia, Bulog juga ditugaskan untuk meningkatkan operasi pasar. Enggartiasto mengumumkan bahwa harga beras cenderung mulai turun saat ini dan tidak ada lagi spekulasi. "Harga cenderung turun dan tidak lagi ada spekulasi. Itu yang bisa kami sampaikan, jadi tidak usah berspekulasi lagi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.