Menhub Tawarkan Proyek LRT Trase BSD-Soetta ke Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pembangunan LRT Jabodetabek di ruas tol Jagorawi lintasan Cibubur, Jakarta Timur, 4 Agustus 2017. Progres pembangunan LRT Jabodetabek ini telah mencapai tahap 17% pembangunan. TEMPO/Yovita Amalia

    Kondisi pembangunan LRT Jabodetabek di ruas tol Jagorawi lintasan Cibubur, Jakarta Timur, 4 Agustus 2017. Progres pembangunan LRT Jabodetabek ini telah mencapai tahap 17% pembangunan. TEMPO/Yovita Amalia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan peluang investasi kepada investor Arab Saudi untuk pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT).

    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan proyek LRT yang ditawarkan ke investor Arab Saudi yakni trase Bumi Serpong Damai-Bandara Soekarno-Hatta.

    Menhub menambahkan, di proyek tersebut investor bisa menggarap proyek LRT sekaligus mengembangkan properti di sekitar trase kereta.

    "Jadi mereka (investor) bisa mendapat return dari aksesibilitas (proyek LRT) dan juga return dari pengembangan properti. Itu yang paling sesuai," ujarnya seusai Saudi Arabia Investment Forum di Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca juga: Usul Pembangunan LRT 200 Km, Menhub: Kami Tidak Mau Bombastis

    Menurut Menhub, proyek LRT yang menghubungkan daerah satelit Jakarta diperlukan guna mengurangi kepadatan kendaraan di Jakarta. Dia mencontohkan masyarakat yang tinggal di BSD perlu menempuh perjalanan melalui tol lingkar luar Jakarta untuk bisa menjangkau Bandara.

    Menhub turut mengungkapkan, selain Arab Saudi, investor dari Korea Selatan dan Cina juga sudah menyatakan minat ke proyek LRT BSD-Bandara Soekarno-Hatta yang diestimasi memiliki nilai proyek hingga Rp 20 triliun.

    Menhub Budi Karya memastikan proyek LRT trase Bumi Serpong Damai-Bandara Soekarno-Hatta bakal diserahkan ke swasta. Jajaran Kemenhub pun menyatakan siap melonggarkan sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.