Berkebalikan dengan Beras, Mentan: Kita Ekspor Bawang dan Jagung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut salah satu capaian membanggakan yang dilakukan pemerintah adalah tidak ada impor beras medium selama periode 2016-2017. "Per hari ini adalah kita 2016-2017 tidak ada impor beras medium," katanya, saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja nasional Kementerian Pertanian, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

    Amran menjelaskan, kondisi tersebut juga terjadi pada komoditas bawang dan jagung, yang kini sudah tidak lagi diimpor. Ia mengklaim Indonesia tadinya mengimpor 3,6 juta ton jagung senilai Rp 12 triliun.

    Baca: Impor Beras, Ini Alasan Mendag Pilih Kerja Sama dengan PPI

    Namun, Amran mengatakan, kini Indonesia bahkan akan mulai mengekspor jagung. "Ini sejarah baru bagi Republik Indonesia. Ada beberapa negara yang tanya, apa yang dilakukan Indonesia sehingga impor jagung dapat dihentikan dengan cepat. Saya bilang, yang dilakukan hanya kerja, kerja, kerja," katanya.

    Begitu pula dengan bawang merah, menurut Amran, yang kini sudah tidak lagi diimpor. Ia mengklaim Indonesia bahkan telah mampu mengekspor bawang merah ke enam negara. "Bawang merah 2014 impor, hari ini kita ekspor ke enam negara."

    Ihwal rencana impor 500 ribu ton beras dari Thailand dan Vietnam awal tahun ini, Amran enggan berkomentar banyak. "Kita doakan yang terbaik," tuturnya.

    Yang jelas, kata Amran, produksi jagung dan bawang sudah membaik. "Dulu impor, sekarang (kita) pengekspor. Beras alhamdulillah dua tahun terakhir tidak impor."

    Rapat kerja nasional Kementerian Pertanian dihadiri sekitar 1.700 peserta, yang terdiri atas pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kementerian Pertanian. Selain itu, rapat kerja dihadiri perwakilan sejumlah kementerian/lembaga terkait serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, danrem, dan dandim.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.