Ditanya Soal Impor Beras, Begini Kata Menteri Amran

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan sidak untuk mengecek efektivitas kebijakan HET  dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, harga beras kualitas premium di penggilingan seharga Rp9.539 per kg, atau naik 0,38 persen dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan sidak untuk mengecek efektivitas kebijakan HET dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, harga beras kualitas premium di penggilingan seharga Rp9.539 per kg, atau naik 0,38 persen dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman irit bicara saat ditanya ihwal rencana impor beras yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Amran juga tak mengaku soal koordinasi kementeriannya dengan Kementerian Perdagangan.

    "Kami Rakernas (Rapat kerja nasional) pertanian, domainnya adalah tanam produksi," kata Amran usai membuka acara Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus

    Amran mengatakan, selama 2014 hingga 2017 tak ada impor beras ke Indonesia. Dia tak menjawab saat ditanya kemungkinan impor tahun ini. Amran juga tak menjawab saat ditanya soal data persediaan dan prediksi hasil panen beras yang dimiliki kementeriannya.

    "Data kita serahkan BPS. Yang terpenting tahun ini kita tidak ada impor jagung. Itu kita jadikan ukuran. Tidak ada impor bawang masuk, yang ada ekspor," kata Amran.

    Jumat pekan lalu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan akan mengimpor 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Enggar mengatakan keputusan impor diambil untuk meredam lonjakan harga beras yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Namun, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarji Gatot Irianto mengatakan sampai saat ini kebutuhan beras masih mencukupi kebutuhan nasional. Gatot mempertanyakan keputusan Kementerian Perdagangan melakukan impor setelah sebelumnya menyatakan sebaliknya. Gatot berujar, Kementerian Pertanian tidak dilibatkan dalam rencana impor tersebut.

    Hal senada juga dilontarkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriardi. Agung mengatakan stok beras pemerintah di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) saat ini masih dalam batas aman 1 juta ton. Agung mengatakan pasokan beras bisa surplus hingga 300 ribu ton setelah panen raya Februari dan Maret 2018.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.