Penyederhanaan Golongan Listrik, PLN Tunggu Lampu Hijau ESDM

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan) Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik di kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu, 27 Desember 2017. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (Dari kanan) Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik di kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu, 27 Desember 2017. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan penyederhanaan golongan daya listrik mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)paling lambat Maret 2018.

    Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan, untuk implementasi penyederhanaan golongan daya listrik tinggal menunggu arahan dari Menteri ESDM saja.

    “Mudah-mudahan bisa disetujui Maret [2018], nanti kami juga akan ketemu lagi dengan Kementerian ESDM. Saat ini mau kelarin RUPTL [Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik] dulu saja,” ujarnya pada Jumat (12/01).

    Baca: Suplai Listrik Industri Manufaktur, PLN Bangun Gardu Induk 

    Sofyan menyebutkan, pihaknya berharap Maret 2018 sudah mendapatkan lampu hijau dari kementerian ESDM. Dengan begitu, pihaknya bisa langsung turun ke lapangan untuk melihat persoalan instalasi dalam proses kenaikan daya listrik.

    “Nanti biar bisa langsung dilihat, kalau di daerah yang instalasinya sudah bagus bisa langsung jalan, sedangkan yang belum bagus akan diperbaiki dulu,” sebutnya.

    Sofyan menyebutkan, untuk tahap pertama, perseroan akan mengimplementasikan penyederhanaan golongan di kawasan pulau Jawa.

    “Kami akan melihat pula kota-kota besar di Jawa yang memiliki tingkat permintaan kebutuhan listrik tinggi untuk implementasi penyederhanaan golongan ini,” sebutnya.

    Dia menuturkan, untuk proses instalasi penyederhanaan golongan daya listrik di Jawa nantinya bisa membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

    Dalam penyederhanaan golongan daya listrik, golongan 900 volt ampere (VA) akan didorong menjadi 1.300 VA dengan tarif tetap Rp1.352 per kWh.

    Lalu, untuk golongan 1.300 VA – 4.400 VA akan dinaikkan menjadi 5.500 VA dengan tarif Rp1.467 per kWh. Untuk golongan 5.500 VA – 13.200 VA akan menjadi 13.200 VA dengan tarif tetap Rp1.467 per KwH, sedangkan untuk golongan di atas 13.200 VA ke atas akan dibebaskan atau loss stroom dengan tarif tetap Rp1.467 per KwH.

    Terkait sosialisasi penyederhanaan golongan listrik, Sofyan mengaku, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke beberapa pihak dari pengamat sampai media massa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).