Sabtu, 17 November 2018

Mengapa Tahun Ini Laju Saham Tak Setinggi Tahun Lalu?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan meningkat 10,14 persen year-on-year pada 2018 menuju 7.000 seiring dengan meningkatnya valuasi saham-saham small-mid cap. Prediksi ini lebih rendah dari capaian tahun lalu 19,9 persen.

    Head of Research BCA Sekuritas Pandu Anugrah menyampaikan, pada 2017, IHSG tumbuh solid menuju 6.355,65 karena dorongan 20 saham emiten berkapitalisasi paling besar. Fenomena ini membuat gap valuasi yang lebih luas dengan saham-saham small-mid cap.

    "Ini mungkin terjadi karena pertumbuhan pendapatan 20 emiten itu lebih tinggi dibanding yang lain, ditambah dengan strategi investasi yang pasif," ujarnya, seperti dikutip dari riset, Minggu, 14 Januari 2018.

    Simak: Saham Facebook Anjlok Setelah Mark Zuckerberg Unggah Status

    Pada 2018, saham-saham big cap masih akan mengalami peningkatan. Namun investor juga akan melihat pertumbuhan pendapatan dan laba untuk mempertimbangkan fundamental perusahaan.

    Setelah mengalami pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi pada 2017, tahun ini emiten big cap diperkirakan tidak mengalami peningkatan pemasukan setinggi perusahaan small-mid cap. Karena itu, saham-saham emiten berkapitalisasi kecil-menengah berpotensi menanjak lebih kuat.

    Menurut Pandu, ada sejumlah faktor yang menjadi perhatian utama dalam mempengaruhi IHSG pada 2018, yakni prospek peningkatan daya beli masyarakat, perbaikan ekonomi Indonesia, dan memanasnya harga minyak global.

    Dalam jangka pendek, ada beberapa katalis positif yang menjadi perhatian, yaitu data ekonomi bulanan, pengumuman kinerja keuangan emiten sepanjang 2017 dan kuartal I 2018, serta dampak program uang tunai untuk pekerja (cash for work).

    BCA Sekuritas memberikan rekomendasi 10 saham pilihan 2018. Di kelas big cap, saham-saham tersebut adalah BBRI (target harga Rp 3.800), ICBP (Rp 10.500), GGRM (Rp 95 ribu), dan UNTR (Rp 41 ribu).

    Adapun momentum peningkatan pertumbuhan pendapatan akan mendongkrak sejumlah saham small-mid cap, seperti EXCL (target harga Rp 4.100), LPPF (Rp 13.400), MEDC (Rp 1.250), SCMA (Rp 2.550), dan WOOD (Rp 350).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.