Jumat, 25 Mei 2018

Cukup Nabung Rp 50 Ribu Sehari Bisa Umroh, Ini Caranya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi menetapkan PPN sebesar 5 persen per Januari 2018 untuk Umroh dan Haji. Adanya PPN sebesar 5 persen tersebut dapat menyebabkan naiknya biaya Umroh dan Haji.

    Perencana Keuangan dari Finansia Consultant, Eko Indarto, mengatakan jika ingin Umroh dalam waktu 2 tahun, maka setiap harinya harus menyisihkan uang sebesar Rp 50 ribu. “Kalau Rp 50 ribu sehari, berarti Rp 1,5 juta per bulan dan Rp 18 juta per tahun. Maka 2 tahun juga sudah bisa umroh,” ucapnya melalui pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 14 Januari 2018.

    Simak: Ingin Bisa Umroh dan Haji Meski Biayanya Naik? Simak Ini

    Jika tidak ingin menyisihkan Rp 50 ribu per hari, Eko menyarankan untuk menyisakan setidaknya 10 persen dari gaji yang didapat setiap bulannya. Namun, angka tersebut juga disesuaikan dengan kapan Umroh atau Haji ingin dilaksanakan.

    “Makin pendek waktunya, ya harus makin besar juga dana yang disishkan setiap bulannya,” kata Eko melalui pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 14 Januari 2018.

    Sebelumnya, kebijakan PPN 5 persen tersebut diambil dengan mempertimbangkan pelemahan harga minyak yang selama ini menjadi komoditas andalan Arab Saudi. Pengenaan PPN ini berdampak pada biaya umroh dan haji yang akan dikeluarkan jamaah.

    Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji In-Bound Indonesia (Asphurindo) memprediksi bakal terjadi kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji sebesar 5-10 persen seiring dengan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi.

    Ketua Asphurindo Syam Resfiadi mengatakan kenaikan itu terjadi pada biaya di land arrangement yang bisa meningkat hingga US$ 50-250 per orang. "Perhitungan kasat mata kenaikan sekitar US$ 50-250, tergantung dari jenis hotel dan kendaraan darat yang kita gunakan di sana," ujar Syam kepada Tempo pada Kamis, 4 Januari 2018.

    Syam merinci, untuk paket termurah, biaya land arrangement dapat meningkat sebesar US$ 50-75. Untuk paket dengan hotel kelas menengah hingga atas, biaya land arrangement kemungkinan akan naik masing-masing pada kisaran US$ 75-150 dan US$ 150-250.

    Syam mengungkapkan, Asphurindo telah meminta anggota asosiasi untuk mulai berhitung dan merinci  dampak kenaikan PPN Umroh itu. Dia berujar, kenaikan juga bakal berimbas ke sektor lain seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik.

    KARTIKA ANGGRAENI | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.