Rabu, 14 November 2018

Suplai Listrik Industri Manufaktur, PLN Bangun Gardu Induk

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Jarman (kedua kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (tengah) mengecek gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, 24 Desember 2016. ANTARA FOTO

    Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Jarman (kedua kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (tengah) mengecek gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, 24 Desember 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat telah merampungkan pembangunan Gardu Induk (GI) Multistrada 150 kilo Volt (kV) dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Bekasi, Jawa Barat. Dengan dirampungkanya pembangunan tersebut maka GI Multistrada siap beroperasi (energize) khusus untuk memenuhi pasokan listrik untuk industri manufaktur terutama PT Multistrada Arah Sarana.

    General Manager PLN Disjabar Iwan Purwana mengatakan bahwa GI Multistrada GI yang mendapat pasokan listrik dari GI Sukatani melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV. Pembangunan GI Multistrada sendiri dibangun sekitar 18 sampai 24 bulan.

    "Hal ini membuktikan kepada calon-calon investor yang lain bahwa PLN mampu menyalurkan tenaga listrik bagi pengembangan pabriknya di Indonesia dengan tingkat mutu layanan sebagaimana yang diharapkan,” kata Iwan seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Sabtu, 13 Januari 2018.

    PT Multistrada Arah Sarana (MSA) merupakan perusahaan manufaktur asal Indonesia yang bergerak di bidang produksi ban (Achilles dan Corsa) dan berlokasi di kawasan Lemah Abang, Bekasi. Dengan pasokan listrik yang mumpuni dari PLN diharapkan akan meningkatkan produktivitas demi meningkatkan daya saing. Peningkatan produktivitas ini diharapkan memberikan kontribusi MSA terhadap pendapatan devisa negara Indonesia melalui peningkatan ekspor.

    Selain itu, Iwan juga berujar bahwa dengan pasokan listrik yang cukup ini dapat memberikan dorongan bagi industri baru untuk segera beroperasi dan terus bertumbuh. Efeknya tentu bisa berdampak pada tersedianya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

    Iwan juga menjelaskan bahwa penambahan daya listrik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kenaikan produksi pembuatan ban untuk mencukupi permintaan pasar baik pasar dalam negeri maupun yang ekspor ke luar negeri. Karena itu, untuk menunjang kebutuhan tersebut perlu adanya peningkatan tegangan, dari Tegangan Menengah (TM) ke Tegangan Tinggi (TT).

    Saat ini, ketersediaan pasokan listrik untuk Jawa Barat mencapai sekitar 11.063 Mega Watt (MW) dengan beban puncak berkisar 7.310 MW. Oleh karena itu, masih ada pasokan listrik Jawa Barat sebesar 3.753 MW yang dapat dimanfaatkan para investor untuk menanamkan modalnya dengan membangun membangun pabrik di Jawa Barat.

    Sepanjang Januari hingga Desember 2017, pemakaian listrik pelanggan Industri di Bekasi mencapai 5.184.906.130 kilo Watt hour (kWh). Angka ini tumbuh 8,65% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sekitar 4.771.982.656 kWh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Karier Stan Lee, Maestro Legendaris Marvel

    Pencipta komik superhero Marvel Comics, Stan Lee, meninggal akibat pneumonia di usia 95 tahun, Senin, 12 November 2018