Sabtu, 18 Agustus 2018

Kalla Jamin Impor Beras Tak Akan Cederai Petani

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani membawa padi yang telah dipotong pada saat panen di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani terpaksa memanen lebih awal karena kekeringan telah melanda daerah tersebut sejak tiga bulan lalu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petani membawa padi yang telah dipotong pada saat panen di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani terpaksa memanen lebih awal karena kekeringan telah melanda daerah tersebut sejak tiga bulan lalu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjamin keputusan pemerintah melakukan impor beras 500 ribu ton dari Thailand tidak akan mencederai petani. Ia menegaskan bahwa impor dilakukan untuk merespons minimnya stok beras dari daerah penghasil beras.

    "Karena stok sekarang lagi kurang, serap dulu beras (dari luar), baru kemudian jual," ujar JK, saat dicegat awak media di Masjid Istiqlal, Jumat, 12 Januari 2018.

    Baca juga: Impor Beras 500 Ribu Ton, Kementan: Untuk Menjamin Pasokan

    Pemerintah memutuskan mengimpor 500 ribu ton beras dari Thailand dan Filipina untuk menekan harga beras yang melonjak di atas harga eceran tertinggi (HET). Situasi di pasar, harga beras medium melonjak hingga Rp12 ribu per kilogram (kg), sementara HET-nya hanya Rp 9.450 per kg.

    Adapun beras akan diimpor lewat PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/PPI (Persero), bukan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Salah satu pertimbangan pemerintah adalah beras yang dibeli bukan beras medium (umum), melainkan beras untuk keperluan khusus dengan tingkat kepecahan 0-5 persen.

    Adapun beras yang diimpor itu diperkirakan masuk ke Indonesia pada Januari ini, sebelum masa panen besar di Indonesia pada awal Februari. Pemerintah berharap impor tidak mengganggu harga gabah petani seusai panen. Adapun penjualan beras impor itu akan dilakukan lewat gerai retail modern bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

    JK mengatakan Perum Bulog akan tetap berfungsi di masa pengendalian harga beras ini. Walaupun tidak berperan dalam impor beras, Bulog akan berperan dalam operasi pasar. Sejauh ini, Bulog memiliki stok beras di bawah batas aman, 900 ribu ton dari seharusnya 1 juta ton.

    Baca juga: Jokowi Minta 20 Persen Kebutuhan Beras Malaysia Diimpor dari Indonesia

    "Kita kan ada harga patokan. Kalau harga beras di atas harga patokan, Bulog harus menjual. Karena stok sekarang kurang, serap dulu, baru jual berasnya. Kalau harga turun, dia membeli," kata JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.