Sabtu, 18 Agustus 2018

Diprediksi Tertekan di Zona Merah, IHSG Balik Menguat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG menguat pada akhir perdagangan hari ini, Kamis, 11 Januari 2018. IHSG ditutup menguat 0,24 persen atau 15,16 poin ke level 6.386,34.

    IHSG mengakhiri reli pelemahan selama dua hari setelah pada perdagangan kemarin, Rabu, 10 Januari 2018, indeks ditutup melemah 0,03 persen atau 1,97 poin di posisi 6.371,17.

    Hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.344,04-6.386,34. Dari 570 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia, 162 saham menguat, 195 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, didorong sektor tambang yang menguat 0,93 persen, disusul sektor finansial yang naik 0,66 persen.

    Baca juga: Pergerakan IHSG Diperkirakan Melemah Terdorong Aksi Jual

    Adapun tiga indeks sektoral lain melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin sektor industri dasar yang melemah 0,61 persen. Saham-saham pendorong IHSG antara lain BMRI, BBCA, BYAN, dan ISAT. Sedangkan saham-saham penekan kenaikan indeks di antaranya CASA, RMBA, TLKM, dan TPIA.

    Sebelumnya, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memperkirakan IHSG bakal kembali melemah seiring dengan masih terjadinya aksi jual. Meski demikian, IHSG diperkirakan masih berada di atas kisaran support 6.349-6.366.

    Reza menyebutkan sentimen positif yang didukung penguatan nilai tukar rupiah belum cukup kuat mengangkat laju IHSG. Hal tersebut melanjutkan pelemahan indeks saham yang terjadi.

    "Rilis survei Bank Indonesia, yang memperkirakan penjualan eceran selama kuartal keempat tahun 2017 melambat, juga menjadi sentimen negatif yang menghambat laju IHSG," kata Reza dalam keterangan tertulis, yang diterima Tempo, Kamis, 11 Januari 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.