Asian Games 2018, PLN Disjaya Kebut Pembangunan Listrik Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Countdown Asian Games 2018 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Pada hari Ahad pertama di tahun 2018, warga ramai-ramai berolahraga di Car Free Day. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Countdown Asian Games 2018 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Pada hari Ahad pertama di tahun 2018, warga ramai-ramai berolahraga di Car Free Day. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut Asian Games 2018, PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Ibu Kota.

    “Kami siap untuk kehandalan pasokan energi listrik Asian games. Ada beberapa infrastruktur kelistrikan yang sedang kita lakukan percepatan,” ungkap M. Ikhsan Asaad, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Kamis, 11 Januari 2018.

    PLN Disjaya saat ini tengah membangun kabel bawah tanah dengan menggunakan mesin bor Horisontal Direct Drilling (HDD), serta tidak lupa alat-alat Kelamatan Kerja K2K3.

    Baca juga: Asian Games 2018, PLN Tambah Daya Listrik Gardu Senayan

    PLN Disjaya menginvestasikan biaya kurang lebih Rp 250 miliar dengan membangun transmisi jaringan sepanjang 150 ribu Kms.

    Dengan teknologi mesin HDD ini, PLN Disjaya mendukung program pemerintah daerah mewujudkan Jakarta yang rapi dan tertata dengan penggunaan Saluran Kabel Bawah Tanah di setiap sudut Ibu Kota tanpa mengurangi kehandalan pasokan listrik ibu kota.

    Menurut Iksan, Asian Games 2018 mempertaruhkan wajah Indonesia. Oleh sebab itu, Kota Jakarta sebagai tuan rumah harus mempersiapkan diri agar jangan sampai ada kesalahan teknis selama pertandingan.

    Untuk persiapan Asian Games 2018, lanjutnya, PLN Disjaya akan memaksimalkan pelayanan. Dia mengungkapkan, pelayanan pertama akan difokuskan untuk Wisma Atlet, Kemayoran.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).