Kamis, 15 November 2018

Summarecon Sebutkan Sebab Sinyal Pasar Properti di 2018 Positif

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Summarecon Serpong, Tangerang, Banten. TEMPO/Tri Handiyatno

    Summarecon Serpong, Tangerang, Banten. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Adrianto P Adhi mengatakan, sinyal pasar properti di awal tahun ini menunjukkan perkembangan positif kendati memasuki tahun politik karena terjadi pilkada serentak. “Sinyal-sinyal bahwa tahun ini mulai membaik, kami rasakan,” kata dia di Bandung, Rabu, 10 Januari 2018.

    Adrianto mengatakan, sinyal positif itu ditunjukkan dari laporan penjualan di awal tahun ini yang mulai bergerak naik. Soal proyeksi pertumbuhannya, dia belum berani menaksir. “Tapi awal tahun, kami mendapat laporan di beberapa unit bisnis penjualan sudah mulai bergerak. Kami sudah mulai hitung-hitung, bagaimana sikap kita terhadap perkembangan yang mulai positif ini," tuturnya.

    Baca: Rumah.com: 2018 Waktu Tepat untuk Membeli Properti

    Menurut Adrianto, sejumlah indikator juga mendukung pengembangan pasar properti. “Misal bunga bank mulai stabil di satu digit, kemudian perkembangan kredit kepemilikan properti di bank trennya juga naik. Sehingga ini menjadikan optimisme kita semua,” kata dia.

    Situasi awal tahun ini, kata Adrianto, juga mulai menunjukkan perubahan positif ketimbang perkembangan pasar properti di 5 tahun terakhir. “Sebetulnya yang kita rasakan itu tahun 2013 masih bagus, lalu tahun 2014-2016, saya tidak mengatakan lesu, tapi pasar menurun."

    Summarecon sempat menyesuaikan diri dengan situasi pasar properti yang lesu. “Kami tidak pernah ngerem. Cuma kami secara seksama harus melihat perkembangan market. Ketika setiap hari market kami berubah," tutur Adrianto.

    Adrianto mencontohkan Summarecon di Bekasi menyesuaikan harga jual propertinya dengan kemampuan masyarakat. "Biasanya Summarecon menjual produk premium, tapi kami bukan mengubah arah kita. Tapi kita membuat adjusment terhadap perkembangan market,” ucapnya.

    Adrianto mengatakan, selesainya porgram pengampunan pajak atau Tax Amnesty, hingga pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah membuat investor kembali percaya diri. “Kami yakin sekali, kalau semua itu beres, investasi akan lebih confidence lagi. Investor yang bergerak di bidang properti akan lebih percaya diri. Insya Allah tahun ini membaik,” katanya.

    Laporan penjualan properti Summarecon di awal tahun ini, diklaimnya membaik. Adrianto optimistis, memasuki tahun politik situasi pasar properti tidak akan terpengaruh. “Kami yakin makin ke sana, masyarakat Indonesia semakin dewasa menyikapi politik seperti negara maju, antara politik dan bisnis tidak saling ganggu, berdiri sendiri. Harapan kita, tahun politik bentuknya apa pun, bisnis akan berjalan,” katanya.

    Adrianto mengatakan, Summarecon saat ini tengah berkonsentrasi mengembangkan proyek properti di lima lokasi. “Kami fokus di lima tempat. Di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, dan Karawang,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.