Izin E-Payment Belum Terbit, Bukalapak: Ekosistem Kami Merugi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resep Sukses dari CEO Bukalapak

    Resep Sukses dari CEO Bukalapak

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan pembayaran elektronik atau e-payment milik Bukalapak, yaitu Bukadompet, masih tertahan oleh kebijakan Bank Indonesia (BI). Hingga kini, bank sentral belum menerbitkan lisensi perizinan baru bagi penggunaan uang elektronik tersebut sejak tiga bulan terakhir.

    “Sejujurnya itu cukup merugikan ekosistem kami,” ujar CEO Bukalapak, Achmad Zaky, dalam perayaan sewindu Bukalapak, Rabu, 10 Januari 2018.

    Menurutnya, layanan Bukadompet selama ini memegang porsi sebesar 20 persen dari total pembayaran yang terjadi pada platform Bukalapak. “Customer banyak yang lakukan pembayaran melalui BukaDompet, kedua terbesar setelah pembayaran melalui transfer bank, kalau itu ditutup banyak sekali potensi pendapatan yang hilang,” ujarnya

    Baca juga: BI Nonaktifkan Layanan Top Up E-Money Bukalapak, Ada Apa?

    Achmad Zaky berharap bank sentral segera menerbitkan lisensi baru penggunaan dompet elektronik tersebut. Sebab menurutnya, ekosistem e-commerce mesti terus terhubung dengan financial technology (fintech) untuk meningkatkan skala bisnis UKM.

    “Sampai sekarang kami belum dapat informasi sama sekali meskipun sudah patuh submit semua syarat kelengkapan sesuai ketentuan kepada Bank Indonesia,” ujarnya.

    Salah satu kompetitor Bukalapak, yaitu Tokopedia, juga menghadapi persoalan yang sama. Layanan pembayaran elektroniknya, yaitu, TokoCash, turut dihentikan oleh Bank Indonesia.

    Senior Communications Lead Tokopedia, Siti Fauziah, menyatakan sudah mengajukan kelengkapan dokumen kepada bank sentral. “Dan untuk saat ini masih diproses Bank Indonesia,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.