PT KAI Incar Laba Bersih Rp 1,7 Triliun di 2018

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api inspeksi. youtube.com

    Kereta Api inspeksi. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI menargetkan kenaikan laba bersih pada 2018 sebesar Rp 1,7 triliun. "Target itu besar untuk perusahaan yang bergerak di public service," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018.

    Pada 2016, kata Edi, KAI berhasil membukukan laba bersih Rp 1 triliun. Memasuki 2017, perolehan laba perusahaan naik menjadi Rp 1,4 triliun.

    Baca juga: Obligasi PT KAI 2018 untuk Pendanaan Kereta Bandara

    Sektor penumpang akan menjadi faktor pendorong kenaikan laba. Pasalnya, Edi menyatakan angkutan penumpang berhasil melebihi target pada 2017. Ia pun optimistis angkutan penumpang bisa bertambah lagi tahun ini. "Kami akan dorong sedikit (laba) dari penumpang," ucapnya.

    Sepanjang 2017, PT KAI berhasil mengangkut 389 juta penumpang atau naik 11 persen dibanding 2016 (352 juta penumpang). Edi menyatakan pendorong kenaikan jumlah penumpang kereta tahun lalu disebabkan bertambahnya jumlah perjalanan.

    Edi menuturkan ada kenaikan angkutan barang pada 2017 sebesar 13 persen. Bila pada 2016 PT KAI hanya mengangkut barang 32 juta ton, di 2017 naik menjadi 36 juta ton. Menurut dia, kontribusi laba dari sektor penumpang dan angkutan barang relatif sama.

    Ihwal pembiayaan, perusahaan sudah mendapatkan izin untuk menerbitkan obligasi kembali pada 2018. Edi mengatakan, dari hasil RUPS, perseroan hanya boleh menerbitkan obligasi maksimal Rp 2 triliun. Nantinya, dana hasil obligasi dioptimalkan untuk meremajakan kereta yang sudah berusia di atas 30 tahun. "Tahap pertama (peremajaan) itu 480 kereta," ujar Edi.

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menilai semester I 2018 merupakan waktu yang tepat menerbitkan obligasi. Menurut dia, kondisi pasar modal relatif lebih positif dibanding semester II. "Kalau pada semester II, biasanya pasar lebih volatile (fluktuatif)," tuturnya.

    Mengenai waktu penerbitan obligasi PT KAI, Edi belum bisa menjawabnya. Ia berharap bisa dilakukan pada semester I tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.