Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pinjaman CDB Cair 10 Hari ke Depan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pinjaman dana dari China Development Bank (CDB) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperkirakan bakal masuk dalam 10 hari ke depan.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan proses pencairan pinjaman dari CDB sebelumnya menunggu proses pembebasan lahan di Halim, Jakarta Timur, selesai. Saat ini, proses tersebut telah diselesaikan sehingga proses pembangunan terowongan atau tunnel dapat segera dilanjutkan.

    “Insya Allah bisa narik pinjaman dari CDB dalam 10 hari ke depan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018.

    Rini menjelaskan bahwa pembangunan tunnel sudah mulai di empat titik. Terowongan ke lima berada di daerah Halim dan pengerjaannya paling sulit hingga memakan waktu 26 bulan.

    Baca juga: Jokowi Minta Luhut Evaluasi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Pembebasan lahan di Halim, sambungnya, baru diselesaikan pekan lalu. Dengan demikian, pembangunan tunnel di Halim bisa segera dimulai pekan depan.

    Dia mengakui pembebasan lahan memang menjadi isu berat. Apalagi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terdapat beberapa titik yang telah dipegang oleh developer. “Jadi saat negosiasi (developer) maunya ada stasiun disitu. Tetapi, sekarang semua sudah selesai,” ucapnya.

    Nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar US$ 5,14 miliar atau setara Rp 70,8 triliun. Dana investasi itu akan dipenuhi dari setoran modal sebesar 25 persen dari pemegang saham KCIC dan sisanya sekitar 75 persen akan dibiayai pinjaman perbankan.

    Besaran pinjaman diperkirakan mencapai Rp 50 triliun yang terdiri atas 60 persen berdenominasi dolar AS dengan bunga tetap 2 persen per tahun. Jangka waktu pengembalian mencapai 40 tahun termasuk grace periode 10 tahun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.