Bappenas: Kemiskinan di Desa Lebih Cepat Turun Dibanding di Kota

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angka Kemiskinan Naik dalam Enam Bulan

    Angka Kemiskinan Naik dalam Enam Bulan

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengumumkan tingkat kemiskinan 10,12 persen pada September 2017. Angka ini menurun 0,58 persen dibanding periode sebelumnya 10,7 persen.

    "Terjadi pengurangan sekitar 1,18 juta jiwa penduduk miskin," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

    Bambang menyampaikan penurunan ini merupakan yang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Sebelumnya, rata-rata penurunan kemiskinan kurang dari 500 ribu orang per tahun. 

    Simak: Bappenas: Kemiskinan 10,2 Persen Itu Terendah Sepanjang Sejarah

    Bambang memaparkan, angka kemiskinan nasional itu merupakan gabungan dari kemiskinan di perdesaan 16,31 juta jiwa (13,47 persen) dan di perkotaan 10,27 juta jiwa (10,27 persen). Secara year-on-year penurunan kemiskinan di perdesaan lebih cepat dari perkotaan.

    Adapun penurunan kemiskinan ini, kata Bambang, didorong inflasi 2017 yang terjaga stabil dalam rentang target +-4 persen. Badan Pusat Statistik pada Desember lalu mengumumkan inflasi tahunan 3,61 persen.

    Faktor pendorong kedua dan ketiga adalah peningkatan upah riil butuh tani 1,05 persen dalam enam bulan terakhir serta integrasi program-program penanggulangan kemiskinan. Integrasi itu mencakup perbaikan basis data untuk penargetan dan penyaluran nontunai melalui satu kartu, reformasi dan subsidi pangan tepat sasaran, optimalisasi penggunaan dana desa, serta penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH).

    "Penyaluran PKH yang terintegrasi dengan bantuan lain untuk mendorong akumulasi aset atau tabungan dan akses layanan lainnya," ujar Bambang.

    Kendati angka kemiskinan menurun, indeks kedalaman (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) tercatat meningkat. Secara year-on-year, P1 meningkat 0,05 persen menjadi 1,79 persen, sementara P2 meningkat 0,02 persen menjadi 0,46 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.