Menhub Laporkan Progres 3 Proyek Infrastruktur ke Luhut

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan awak media usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Kementerian Perhubungan, Jakarta, 4 Desember 2017. Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan awak media usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Kementerian Perhubungan, Jakarta, 4 Desember 2017. Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melaporkan sejumlah proyek pemerintah kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yakni Pelabuhan Patimban, kereta cepat Jakarta-Surabaya, dan tol laut.

    Menurut Menhub Budi Karya, saat ini, proyek di Patimban sedang dalam proses tender. "Konstruksi akan selesai Februari tahun depan," katanya seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin, 8 Januari 2018.

    Selain itu, dibahas soal kereta cepat Jakarta-Surabaya yang kini sedang dalam tahap finalisasi. Dalam proyek ini, Menhub meminta biaya pengembangan yang lebih kompetitif dari perkiraan Jepang.

    Baca juga: Lulusan Pelayaran Menganggur, Menhub: Kalah Dalam Bahasa Inggris

    Biaya tersebut masih belum mencapai titik temu karena pemerintah memprediksi total biaya investasi Rp 30 triliun, sementara pihak Jepang Rp 60 triliun.

    Pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya diprediksi dimulai pada 2019. Namun, apakah nanti akan langsung sampai Surabaya atau Semarang lebih dulu, itu masih akan dibahas lebih lanjut.

    Menhub Budi Karya juga menyampaikan soal tol laut. Proyek ini sedang dalam koreksi dan perbaikan dengan tender yang lebih pasti. "Hanya jumlah muatan yang akan diangkut. Jadi tidak mau borong putus," tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.