Rabu, 14 November 2018

KAI Angkut 4,85 Juta Penumpang Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017.  Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI mengangkut 4,85 juta penumpang saat libur Natal dan tahun baru 2017-2018. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan angka tersebut meningkat 5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Jumlah tersebut, menurut Edi, terdiri atas 571 ribu penumpang KA eksekutif, 282 ribu KA bisnis, 1,72 juta penumpang KA ekonomi, dan 2,27 juta penumpang KA lokal.

    Menurut Edi, pelaksanaan Natal dan tahun baru 2017-2018 berjalan dengan lancar dan aman. "Lancar, tanpa kendala, dan zero accident," katanya di kantor Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

    Ia mengatakan puncak angkutan Natal dan tahun baru terjadi pada 1 Januari 2018 dengan jumlah penumpang 334 ribu. Menurut dia, PT KAI selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk penumpang, baik dari segi fasilitas maupun ketepatan waktu.

    "Soal ketepatan waktu, dibanding tahun lalu lebih baik. Berlaku untuk kereta reguler dan kereta tambahan," ucapnya.

    Selain itu, Edi menjelaskan, kenaikan 13 persen terjadi pada kereta api pengangkut barang. "Naik dari 32 juta menjadi 36 juta," ujarnya.

    Edi menambahkan, PT KAI berupaya keras menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama untuk memindahkan barang. "Agar tidak macet dan kerusakan jalan berkurang," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?