Rights Issue, Saham Tempo Ditutup Naik di Rp 414

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT TEMPO Inti Media Tbk Toriq Hadad dan Herry Hernawan, salah satu direktur, saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, 25 Juli 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    Direktur Utama PT TEMPO Inti Media Tbk Toriq Hadad dan Herry Hernawan, salah satu direktur, saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, 25 Juli 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT Tempo Inti Media Tbk ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin, 8 Januari 2018. Saham bergerak di zona hijau sepanjang hari.

    Dilansir dari data RTI, saham emiten berkode TMPO ini ditutup di angka Rp 414, menguat 82 poin atau 24,70 persen. Saham sebelumnya dibuka di posisi Rp 346.

    Saham TMPO berfluktuasi selama sesi I perdagangan hari ini. Namun di sesi II saham tersebut terpantau stagnan di angka Rp 414 hingga perdagangan ditutup.

    Sepanjang hari ini, saham TMPO diperdagangkan 372 kali. Volume transaksinya mencapai 1,99 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 817,21 juta.

    Hari ini merupakan jadwal Ex HMEDT Tempo di pasar reguler dan negosiasi. Rencananya, cum-right dan ex-right di pasar tunai akan jatuh pada 10 dan 11 Januari 2018. Recording date untuk HMETD saham Tempo jatuh pada 10 Januari 2018 dan akan dicatatkan di bursa pada 12 Januari 2018.

    Perusahaan ini melakukan penawaran saham dengan hak memesan efek lebih dulu (HMETD) alias rights issue. Saham baru yang diterbitkan sebanyak 333,33 juta dengan harga pelaksanaan Rp 300 per saham.

    TMPO membidik dana sebanyak-banyaknya Rp 99,99 miliar dari rights issue ini. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk pengembangan usaha, investasi berbentuk pinjaman ke anak usaha, modal kerja, dan pembayaran utang.

    Perusahaan telah memiliki dua investor yang akan masuk ke Tempo. Direktur Utama Tempo menyatakan keduanya adalah Edwin Soeryadjaja dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan rights issue ini berpotensi tinggi terserap penuh. Pasalnya, TMPO telah memiliki pembeli siaga. "Kalau sudah ada pembeli siaga, sudah tenang, peluang terserapnya besar," katanya saat dihubungi, Senin, 8 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.