Pekan Depan, AirAsia Tutup Rute Solo-Kuala Lumpur

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia. cbc.com

    Pesawat AirAsia. cbc.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai AirAsia akan menutup rute penerbangan Solo, Indonesia-Kuala Lumpur, Malaysia, pada pertengahan Januari 2018.

    "Tepatnya mulai 16 Januari 2018, kami akan menutup penerbangan tiga kali seminggu rute Solo-Kuala Lumpur. Penutupan rute itu sehubungan dengan alasan komersial," kata Head of Commercial AirAsia Berhad Spencer Lee dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Meski tidak menjelaskan secara rinci alasan penutupan rute itu, saat ini pihaknya menyampaikan langsung rencana penutupan rute itu kepada calon penumpang, baik melalui e-mail maupun SMS, sesuai dengan detail akun yang terdaftar saat pembelian tiket.

    "Pada prinsipnya, kami memutuskan menutup rute itu setelah melalui pertimbangan panjang. Meski demikian, kami tetap berkomitmen menambah jumlah penerbangan ke Indonesia pada tahun ini," ucapnya.

    Baca juga: AirAsia Kembali Dinobatkan Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik

    Ia berujar, penumpang yang terdampak penghentian rute tersebut akan disediakan pilihan layanan kompensasi.

    Pilihan itu adalah mengubah jadwal sebelum rute itu ditutup, mengubah rute dari Semarang atau Yogyakarta, dan disediakan akun kredit di AirAsia atau pengembalian dana secara penuh.

    Sementara itu, Manajer Departemen Pelayanan dan Operasi Bandara PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo, Solo, Purwanto, menuturkan sudah mengetahui informasi tentang rencana AirAsia menutup rute penerbangan Solo-Kuala Lumpur.

    Meski demikian, tutur dia, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AirAsia. "Kami tidak tahu masalahnya apa. Padahal, dari data yang kami terima, rata-rata keterisian penumpang pada rute tersebut lumayan tinggi, bahkan sekitar 70 persen," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.