Analis: IHSG Diprediksi Menguat Awal Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, 8 Januari 2018, diprediksi menapak di zona hijau seiring masih bertahannya aksi beli. Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan, meski sempat mengalami pelemahan di awal perdagangan pekan lalu, IHSG pada perdagangan pekan ini akan menguat seiring dengan menguatnya laju bursa saham Asia.

    "Masih bertahannya aksi beli investor asing yang dibarengi sempat menguatnya rupiah di bawah level 13.400 turut menambah sentimen positif," ucap Reza dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Senin, 8 Januari 2018.

    Baca: IHSG Sukses Tembus Level 6.300 di Awal Pekan Januari 

    Pada akhir pekan lalu, IHSG mampu naik sebesar 61,42 poin atau 0,98 persen. Kenaikan tersebut mampu melampaui kenaikan sebelumnya, yakni sebesar 40,85 poin atau sekitar 0,65 persen. Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diprediksi berada pada level support 6.296 dan 6.325 serta di posisi resisten 6.367 dan 6.370.

    "Meski diharapkan dapat mempertahankan laju penguatan IHSG, tapi waspadai aksi-aksi profit taking yang akan memanfaatkan kenaikan tersebut," ujar Reza.

    Senada dengan Reza, Vice President Research Department Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menuturkan IHSG hari ini berpotensi mengalami penguatan. "IHSG diprediksi menguat cukup besar mengingat sisi fundamental perekonomian masih cukup kuat," kata William.

    Selain itu, ucap William, pengaruh fluktuasi harga komoditas masih akan terasa dalam pergerakan IHSG. Meski demikian, pola pergerakan IHSG akan berada pada rentang wajar dengan posisi 6.189-6.446.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.