Dampak Pungutan PPN Saudi ke Biaya Haji dan Umrah Terasa di Maret

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    Sejumlah umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) 5 persen oleh pemerintah Arab Saudi diperkirakan baru akan terasa kenaikannya pada biaya haji dan umrah dalam dua bulan mendatang. "PPN 5 persen belum berdampak karena transaksi pada Januari 2018 telah diselesaikan sebelum 2017 berakhir," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Muharom melalui pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Kebijakan baru tersebut, menurut Muharom, akan terasa mulai dua bulan ke depan. Saat ini, kata Muharom, kebijakan PPN 5 persen masih ditanggung oleh para penyelenggara haji dan umrah, seperti akomodasi, katering, dan transportasi. 

    Baca: Saudi Kutip PPN, Kemenag: Tak Semua Komponen Biaya Haji Naik

    "Mereka (biro haji dan umrah) masih ingin mempertahankan pasar agar tidak menurun, khususnya pada dua bulan ke depan yang cenderung menurun dari dua bulan terakhir," ujar Muharom.

    Oleh karena itu, Muharom melihat, selama beberapa bulan ke depan para biro penyelenggara haji dan umrah akan melakukan penyesuaian agar tidak mengurangi jumlah calon jemaah. Muharom juga tak menutup kemungkinan, jemaah yang belum melunasi biaya keberangkatan untuk beberapa bulan ke depan akan dikenakan PPN 5 persen.

    Ketua Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji In-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi sebelumnya meminta anggota asosiasi mulai menghitung dan merinci dampak pungutan PPN yang diterapkan pemerintah Arab Saudi per Januari ini. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan pelemahan harga minyak yang selama ini menjadi komoditas andalan negara petrodollar tersebut.

    Syam memperkirakan, pungutan PPN tersebut bakal memicu kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji sebesar 5-10 persen dalam waktu dekat. Kenaikan itu terjadi pada biaya land arrangement yang bisa meningkat hingga US$ 50-250 per orang. 

    "Perhitungan kasatmata, kenaikan US$ 50-250, tergantung dari jenis hotel dan kendaraan darat yang kita gunakan di sana," ujar Syam kepada Tempo, Kamis, 4 Januari 2018.

    Syam merinci, untuk paket termurah, biaya land arrangement yang termasuk dalam total biaya haji dan umrah dapat meningkat US$ 50-75. Untuk paket dengan hotel kelas menengah hingga atas, biaya land arrangement kemungkinan akan naik masing-masing pada US$ 75-150 dan US$ 150-250.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.