Ribuan Orang Jadi Korban Biro Umrah dan Haji Hannien Tour

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Sat Reskrim Polresta Surakarta melakukan penggeledahan di Kantor travel perjalanan haji dan umroh Hannien Tour di ruko Cibinong City Center, Bogor, 4 Januari 2017. Kerugian akibat penipuan tersebut diperkirakan mencapai 37,8 miliar. ANTARA

    Sejumlah anggota Sat Reskrim Polresta Surakarta melakukan penggeledahan di Kantor travel perjalanan haji dan umroh Hannien Tour di ruko Cibinong City Center, Bogor, 4 Januari 2017. Kerugian akibat penipuan tersebut diperkirakan mencapai 37,8 miliar. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - Ribuan orang kembali tertipu sebuah perusahaan biro umrah dan haji. Kali ini kasus penipuan yang dilakukan PT Utsmaniyah Hannien Tour tengah ditangani oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta Komisaris Agus Puryadi mengatakan kasus yang menjerat perusahaan asal Bogor itu bermula dari laporan calon jemaah umrah asal Surakarta yang menjadi korban. "Kebetulan perusahaan tersebut memiliki cabang di sini," katanya, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Baca: Marak Penipuan, Empat Asosiasi Haji Bentuk Penanggulangan

    Polisi lantas menelusuri asal-usul perusahaan biro umrah itu. "Ternyata mereka berkantor pusat di Bogor dan memiliki cabang di sepuluh daerah," ujar Agus. Calon jemaah umrah yang mendaftar di kota lain ternyata juga mengalami nasib sama, gagal berangkat meski telah membayar.

    Menurut Agus, jumlah korban penipuan dari biro umrah tersebut mencapai 1.994 orang. "Masih mungkin bertambah lagi," katanya. Dia berharap masyarakat yang merasa tertipu dengan biro umrah tersebut segera melapor ke polres terdekat.

    Saat ini, polisi telah menahan empat orang terkait dengan kasus itu. Mereka adalah Farid Rosyidin sebagai direktur utama, Avianto sebagai direktur keuangan, Arif sebagai direktur operasional, dan Ilham sebagai direktur teknik. "Arif dan Ilham baru saja kami tangkap kemarin," katanya.

    Perusahaan tersebut, menurut Agus, sebenarnya sudah beroperasi sejak 2011. Semula, mereka beroperasi secara normal dan memberangkatkan jemaah tanpa ada masalah. "Mulai bermasalah sekitar 2016, janji pemberangkatan tidak pernah jelas," katanya.

    Sedangkan modus yang digunakan oleh pengelola biro umrah dan haji tersebut juga mirip dengan yang digunakan oleh First Travel. Mereka menjanjikan biaya umrah murah kepada pelanggannya. "Paket yang mereka tawarkan seharga Rp 18,5 juta," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.