Sultan Agung Diusulkan Jadi Nama Bandara New Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rencana New Yogyakarta International Airport (Antara)

    Rencana New Yogyakarta International Airport (Antara)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Nama pendiri kerajaan Mataram, Sultan Agung, diusulkan menjadi nama Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Sultan Agung sesuai dengan sejarah Yogyakarta, kami usulkan namanya menjadi Bandara Internasional Sultan Agung,” kata Agus Sulistiyono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 5 Januari 2018.

    Baca: Soal Penamaan Bandara New Yogyakarta, Begini Tahapannya

    Agus menyatakan usulan pemberian nama Bandar Udara Internasional Sultan Agung (Sultan Agung International Airport) itu diinisiasi oleh sejumlah tokoh muda Kabupaten Kulon Progo.

    “Jadi penting penamaan bandara ini dengan mengabadikan nama Sultan Agung, agar anak cucu kita dan dunia internasional mengetahui jika ia adalah raja dan tokoh pejuang,” ucap Agus.

    Proyek pembangunan bandara tersebut masuk ke Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Peletakan batu pertama dilakukan Presiden Joko Widodo pada 23 Januari 2017. Rencananya, pembangunan bandara baru ini selesai pada 2019.

    Agus mengatakan penggunaan nama Sultan Agung menjadi penting karena mengandung unsur sejarah. Sama seperti penamaan bandara lain, yaitu Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, Juanda di Surabaya, I Gusti Ngurah Rai di Pulau Dewata, dan masih banyak lagi.

    Pembangunan Bandara New Yogyakarta ini menggunakan dana dari PT Angkasa Pura I. “Dana pembangunan bandara baru di Kulon Progo tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,” kata Liza Anindya Rahmadiani, juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.