IHSG Sukses Tembus Level 6.300 di Awal Pekan Januari

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) sukses melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat, 5 Januari 2018. IHSG ditutup menguat 0,98 persen atau 61,42 poin di level 6.353,74.

    Meski hari ini dibuka di zona merah, pergerakan IHSG berhasil berbalik ke zona hijau di awal perdagangan dan mempertahankan tenaganya di wilayah positif. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.278,72–6.353,74.

    Dari 570 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 216 saham menguat, 122 saham melemah, dan 232 saham stagnan.

    Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor tambang (+3,01 persen) dan konsumer (+1,71 persen). Adapun sektor pertanian berakhir sendiri di zona merah dengan pelemahan 0,60 persen.

    Baca juga: Sektor Tambang Dorong Penguatan IHSG Sesi I ke Level 6.298,15

    Vice President Research Department Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG saat ini masih berada dalam rentang konsolidasi wajar. Hal ini juga ditunjang dengan kondisi awal tahun dimana para hedge fund mulai mengatur komposisi investasi sehingga dapat mendorong kenaikan IHSG.

    Saham-saham pendorong IHSG:

    HMSP +3,19 persen

    TLKM +1,42 persen

    UNTR +4,19 persen

    BBRI +1,1 persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    MABA -24,50 persen

    BBNI -1,06 persen

    SMGR -0,9 persen

    NIKL -4,94 persen

    Pada perdagangan sesi I siang hari tadi, IHSG menguat 0,09 persen atau 5,83 poin ke level 6.298,15 dengan dorongan utama dari sektor tambang, disusul dengan sektor industri dasar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.