Penuhi Target, 66 Kantor Pelayanan Pajak Dapat Pizza Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para wajib pajak tengah mendatangi Kantor Ditjen Pajak Pusat, di Jakarta, 30 September 2016. Kemudian periode III atau Januari-Maret, pemerintah mematok tarif tebusan 5 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Para wajib pajak tengah mendatangi Kantor Ditjen Pajak Pusat, di Jakarta, 30 September 2016. Kemudian periode III atau Januari-Maret, pemerintah mematok tarif tebusan 5 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjanjikan imbalan berupa pizza bagi pegawai di kantor pelayanan pajak (KPP) yang berhasil mencapai targetnya. Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyatakan janji tersebut sudah terpenuhi. 

    Robert mengatakan pizza telah dikirimkan kepada KPP yang berhasil memenuhi target. "Ada 66 KPP yang berhasil memenuhi target 100 persen dan lebih," kata dia di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat, 5 Januari 2018.

    Simak: Penerimaan Pajak 2017 Hanya 89,68 Persen

    Pemberian pizza ini merupakan tradisi yang sudah dimulai Direktur Jenderal Pajak sebelumnya, Ken Dwijugiasteadi. Imbalan ini ditawarkan untuk mendorong semangat pegawai DJP mengejar target. 

    Sepanjang 2017, terdapat 141 KPP dari total 341 KPP yang mencapai target di atas 90 persen. Sebanyak 66 KPP di antaranya berhasil memenuhi target. Sementara dua KPP tercatat hampir memenuhi target. Pencapaian mereka berada di kisaran 99,00-99,99 persen. 

    Sebanyak 15 KPP tercatat mencapai 95-98,99 persen dari target. Sementara 58 KPP lainnya hanya mencapai 90-94,99 persen target. 

    Untuk kantor wilayah (kanwil), hanya ada dua kantor yang berhasil memenuhi target pajak dari total 33 kanwil. "Pizza juga diberikan kepada dua kanwil ini," ujarnya. Sementara itu ada 11 kanwil yang berhasil mencapai target di kisaran 90-99,99 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.