Jumat, 23 Februari 2018

Cadangan Devisa Desember 2017 Naik US$ 5 Miliar

Reporter:

Vindry Florentin

Editor:

Yudono Yanuar

Jumat, 5 Januari 2018 06:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cadangan Devisa Desember 2017 Naik US$ 5 Miliar

    Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2017 meningkat dari bulan sebelumnya. "Per Desember ini sudah lebih dari US$ 130 miliar," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

    Jumlah cadangan devisa di akhir tahun tercatat naik sekitar US$ 5 miliar dari bulan sebelumnya. BI mencatat cadangan devisa pada November 2017 sebesar US$ 125,97 miliar.

    Baca juga: Fadli Zon: Agresivitas Pemerintah dalam Berutang Harus Dikontrol

    Jumlah cadangan devisa pada November dinyatakan cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angkanya berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Namun perolehan pada November lebih kecil dari Oktober yang senilai US$126,55 miliar. Penurunan dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia. Faktor lainnya adalah pembayaran utang luar negeri pemerintah menggunakan cadangan devisa dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. 

    Cadangan devisa merupakan cerminan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Selama Desember 2017, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berada di kisaran Rp 13.500.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.