IHSG Anjlok Usai Dibuka Menguat, Analis: Tak Terpicu Sentimen Positif Pasar Global

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka pada level 6.251,479 pada perdagangan hari ini, Kamis, 4 Januari 2018. Indeks dibuka menguat sebesar 0,09 persen atau naik 6,238 poin dari penutupan perdagangan kemarin.

    Selang beberapa menit setelah dibuka, IHSG sempat menghijau di level 6.264. Namun, sekitar 20 menit kemudian, indeks bergeser ke zona merah hingga level 6.242.

    Baca: Lelang SUN Picu IHSG Melemah 1,38 Persen 

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan, secara global, ada sejumlah sentimen positif terhadap indeks saham. Pelemahan laju dolar Amerika Serikat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan bursa saham di Asia, yang memicu kenaikan harga saham teknologi dan alat berat.

    Di zona Eropa, rencana reformasi di sektor keuangan juga memberikan sentimen positif pada pergerakan bursa.

    "Indeks pan-European Stoxx 600 mengalami kenaikan dengan mayoritas saham, terutama saham-saham di sektor teknologi, otomotif, migas, dan industri," kata Reza, melalui rilis, Kamis.

    Di pasar Amerika, menguatnya sejumlah saham blue chips, terutama di sektor teknologi, mampu mengangkat sejumlah indeks saham Amerika, sehingga dapat melanjutkan pergerakan positifnya. Sentimen ini juga didorong dengan rilis kenaikan ISM Manufacturing Index.

    Namun, sebelumnya, Reza berujar bahwa pasar di dalam negeri diwarnai aksi ambil untung (profit taking) setelah mengalami kenaikan pada periode sebelumnya. Aksi lelang surat utang negara (SUN) oleh pemerintah juga memicu pergerakan uang ke pasar SUN, sehingga berdampak pada pelemahan indeks saham.

    "Menghijaunya sejumlah bursa saham Asia tidak cukup kuat mengangkat IHSG," ujar Reza pada analisis penutupan perdagangan kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.