Bangun 936 Panel Surya, Menteri Basuki: Bisa Hasilkan Listrik 300 KWH

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Daruba, Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, 5 April 2016. PLTS tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Petugas menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Daruba, Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, 5 April 2016. PLTS tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah membangun 936 panel surya di Bendungan Jatibarang. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan ratusan panel surya tersebut bisa menghasilkan listrik sebanyak 300 KWH.

    “Listrik yang dihasilkan akan masuk dalam sistem PLN, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian bendungan secara mandiri," kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Rabu, 3 Januari  2018.

    Baca: Pasokan Listrik Jakarta Mulai Pulih, PLN Minta Maaf 

    Basuki mengatakan pembangunan ini tengah dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Basuki berujar nantinya pembangunan ini akan jadi proyek percontohan dalam rangka mengoptimalkan aset bendungan.

    "Jadi tidak hanya di tubuh bendungan saja, tapi nanti di badan-badan air bendungan, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan,” kata Basuki.

    Bendungan Jatibarang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah dan mulai dibangun sejak Oktober 2009 dan pada 4 Mei 2015 dikeluarkan izin operasinya oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

    Bendungan ini memiliki luas genangan sebesar 189 hektar dengan volume tampung total 20,4 juta m3. Bendungan direncanakan menjadi sumber air baku untuk wilayah Kota Semarang Barat sebesar 1.050 liter/detik.

    Fungsi utama bendungan untuk penyediaan air baku dan pengendalian banjir di Kota Semarang yang melalui Kali Kreo, Kali Garang, dan Banjir Kanal Barat. Dengan bendungan ini diharapkan mampu mengurangj risiko banjir di Kota Semarang sebesar 2,7 juta m3.

    Pembangunan Bendungan Jatibarang membutuhkan biaya Rp 655 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya, PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya KSO (Kerjasama Operasi). Di samping  itu, bendungan Jatibarang ini memiliki potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 1,5 Megawatt.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.