Tahun Baru, Harga Beras dan Tepung di Madura Naik

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bangkalan -Warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengawali tahun baru 2018 dengan kenaikan harga beras dan tepung. Harga beras naik sejak akhir Desember 2017, sedang tepung naik per 1 Januari 2018.

    Rohmah, pedagang beras di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, mengatakan kenaikan harga beras rata-rata 10 hinga 20 persen per zak ukuran 25 kilogram.

    Baca: Penjual dan Pembeli Keluhkan Harga Beras yang Terus Naik

    Beras merk Shifa misalnya naik dua kali dalam dua hari terakhir. Selasa kemarin, kata Rohmah, harganya 280 ribu per zak. Namun hari ini naik dua ribu menjadi 282 ribu.

    “Karena naik, saya ecer perkilonya dua belas ribu, biasanya sebelas ribu,” kata dia, Rabu, 3 Desember 2017.

    Menurut Rohmah, beras buatan UD Adem Ayem Gresik ini harganya paling murah untuk beras dalam kemasan dibanding merk Lima Jaya, Terompet dan Dua Delima.

    Beras merk Terompet yang biasa Rp 280 ribu per zak, kini naik Rp 15 ribu menjadi 295 ribu. Beras dua delima yang biasanya Rp 310 ribu per zak, kini harganya Rp 315 ribu.

    “Kalau harga kulakan di atas tiga ratus ribu, ecerannya sekitar tiga belas ribu, harga ini tak terjangkau buat orang desa,” ujar Rohmah.

    Selain beras bermerk, Rohmah biasanya juga jual beras petani karena harganya lebih murah. Namun, saat ini beras petani langka dan harganya pun ikut naik. Semula Rp 7 ribu perkilogram, kini dikisaran Rp 9 hingga 10 ribu.

    “Beras petani, kalau pun ada kwalitasnya kurang bagus,” ungkap dia.

    Selain beras, harga tepung juga naik per 1 Januari 2018. Seperti tepung kemasan buatan PT Wilmar Nabati Indonesia. Misalnya tepung merk Mila naik dari Rp 6600 menjadi Rp 6900 perkilogram.

    Merk Sania Green dari Rp 6500 menjadi Rp 6800, juga tepung Tulit dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.800 per kilogram. “Naik tiga ratus rupiah per kilo,” kata Sales Area Madura PT Wilmar Nabati Indonesia, Rizki Salim.

    Dia mengaku tidak tahu pasti penyebab naiknya harga tepung tersebut. “Mungkin karena harga gandum naik,” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?