Penjual dan Pembeli Keluhkan Harga Beras yang Terus Naik

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Diminta Samakan Standar Kualitas Beras

    Pemerintah Diminta Samakan Standar Kualitas Beras

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak Desember 2017, harga beras mengalami kenaikan secara bertahap hingga awal tahun baru 2018. Salah satu penjual beras di Pasar Rumput, Jakarta, Bambang, mengatakan harga beras di pasar induk mengalami kenaikan setiap hari.

    Situasi itu membuat Bambang juga harus menaikkan harga, tapi tetap menjaga para pelanggannya. Namun banyak pelanggannya yang mulai mengeluhkan naiknya harga beras. "Mulai banyak yang ngeluh. Enggak cuma pembeli, sih, penjualnya juga ngeluh," kata Bambang di Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, 3 Januari 2018.

    Baca: Setelah Tahun Baru, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik 

    Bambang menjelaskan, harga beras jenis Setra Ramos per liter sebelum Desember sekitar Rp 9 ribu. Pada Desember, lata dia, harga mulai merangkak naik ke Rp 10 ribu per liter secara bertahap. "Harganya naik bertahap di Desember, mulai naik 2 kali dari Rp 9.500 sampai Rp 10 ribu," ujarnya.

    Sementara harga beras Segon Bandung naik bertahap dari Rp 10 ribu per liter menjadi Rp 11-12 ribu per liter. "Kalau yang IR 42 sebelumnya Rp 10 ribu jadi Rp 11 ribu. Beras Pandan Wangi sekarang per liter Rp 13 ribu, beras Muncul sebelumnya Rp 10 ribu sekarang Rp 10.500," ucapnya.

    Bambang memperkirakan kenaikan harga beras hingga empat bulan ke depan cenderung tak pasti. Bambang menduga situasi itu juga disebabkan masalah panen. Menurut dia, kualitas beras yang dijual juga mengalami penurunan. "Mungkin panennya itu bulan empat-lah diperkirakan itu. Emang belum musim panen," tuturnya.

    Bambang mengaku menjual beras cenderung lebih rendah dari penjual lain. "Kadang saya keliling harganya malah lebih mahal jauh," katanya. Karena itu, Bambang menginformasikan kenaikan harga beras kepada para pelanggannya ketika mereka membeli beras yang ia jual. "Kalau pelanggan, saya kasih tahu dulu sekarang harga normal besok naik, jadi enggak kaget," katanya.

    Salah seorang pembeli, Lina, mengeluhkan harga beras yang terus naik. Perempuan yang membuka usaha warung makan ini mengaku kesulitan menyeimbangkan harga pembelian beras dengan harga penjualan nasi di warung makannya. "Kalau di warung makan kan harga nasi enggak mungkin naik," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.