BPS: Turis Cina Mendominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis Cina suka pantai, kuliner, dan belanja.

    Turis Cina suka pantai, kuliner, dan belanja.

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat 5,86 persen pada November 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlahnya tumbuh dari 1 juta kunjungan menjadi 1,06 juta kunjungan. Dibandingkan Oktober 2017, jumlahnya menurun 8,42 persen.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah wisman tersebut terdiri atas wisatawan yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 871,76 ribu kunjungan dan di luar pintu tersebut sebanyak 189,30 ribu kunjungan. Jumlah kunjungan melalui 19 pintu utama tercatat menurun 0,18 persen secara tahunan. "Penurunan terjadi di delapan pintu masuk utama dengan presentase penurunan tertinggi terjadi di Bandara Sepinggan yang mencapai 47,88 persen," kata dia di kantornya, Jakarta, 2 Januari 2018.

    Sementara jumlah kunjungan wisman yang datang dari luar pintu tersebut naik 53,29 persen dibandingkan November 2016. Jumlahnya naik dari 123,49 ribu menjadi 189,30 ribu kunjungan.

    Wisman yang berkunjung melalui Pos Lintas Batas (PLB) tercatat mencapai 147,76 ribu. Jumlahnya naik 210,04 persen dibandingkan November 2016 yang sebanyak 47,66 ribu kunjungan.

    Suhariyanto mengatakan berdasarkan data BPS, turis asing selama November 2017 didominasi oleh turis Cina. Jumlahnya mencapai 13,36 persen.

    Selain Cina, wisman didominasi turis asal Singapura yaitu sebanyak 12,25 persen dari total wisman. Jumlahnya diikuti oleh wisman dari Malaysia 11,30 persen, Australia 7,81 persen, dan India 3,77 persen.

    Selama Januari hingga November 2017, jumlah kunjungan wisman tercatat meningkat 12,68 juta kunjungan atau naik 21,84 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlahnya naik dari total kunjungan Januari hingga November 2016 yang sebanyak 10,41 juta kunjungan.

    Seiring dengan peningkatan jumlah wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2017 juga naik. TPK hotel berbintang mencapai rata-rata 57,88 persen atau naik 2,12 poin secara tahunan. TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bengkulu sebesar 72,03 persen.

    Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama November 2017 tercatat mencapai 1,81 hari. Waktunya naik 0,08 poin jika dibandingkan dengan November 2016. Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing di bulan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia yaitu masing-masing 2,80 hari dan 1,66 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.