Menteri Jonan Pimpin Rapat Bahas Status Gunung Agung di Bali

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam kesempatan lain, Menteri ESDM Ignasius Jonan mendapat penjelasan dari Sekretaris Badan Geologi, Antonius Ratdomopurbo tentang erupsi Gunung Agung saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, 22 Desember 2017. Menteri ESDM menegaskan zona bahaya hanya berlaku untuk radius hingga 10 km dari kawah Gunung Agung yang hingga kini masih berstatus awas dan di luar kawasan tersebut masih aman. ANTARA FOTO

    Dalam kesempatan lain, Menteri ESDM Ignasius Jonan mendapat penjelasan dari Sekretaris Badan Geologi, Antonius Ratdomopurbo tentang erupsi Gunung Agung saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, 22 Desember 2017. Menteri ESDM menegaskan zona bahaya hanya berlaku untuk radius hingga 10 km dari kawah Gunung Agung yang hingga kini masih berstatus awas dan di luar kawasan tersebut masih aman. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan rapat pimpinan awal 2018. Rapat yang dipimpin oleh Menteri Energi Ignasius Jonan dan wakilnya Arcandra Tahar itu berlangsung di Pos Pengamatan Gunung Agung, Karangasem.

    Saat awal rapat, Jonan sempat mengajukan pertanyaan terkait dengan kondisi terkini Gunung Agung. "Apa ini mau ada rencana (status) diturunkan menjadi siaga atau tetap awas?" katanya, Selasa, 2 Januari 2018.

    Baca: 445 Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Agung, Ini Pesan Kemenhub

    Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani dalam rapat menjelaskan bahwa Gunung Agung masih berstatus awas atau level IV. Kasbani mengatakan pada 1 Januari 2018, pukul 22.02 Wita, Gunung Agung sempat mengalami erupsi. "Erupsi kecil ketinggian 1.500 meter dari puncak (gunung). Ini (sekarang masih) ada abu yang kita saksikan bersama," ujarnya.

    Saat rapat Kementerian ESDM berlangsung abu vulkanik tampak turun di area Pos Pengamatan Gunung Agung. Abu vulkanik terlihat jelas menempel di daun pepohonan. Adapun kendaraan yang diparkir dekat pos pengamatan juga terkena abu vulkanis.

    Kasbani menjelaskan, dari sisi kegempaan vulkanis masih terekam. Meskipun tidak terlalu intens dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Gempa tersebut, kata dia, mengindikasikan aliran fluida ke permukaan. "Sebelum saat ini relatif ada kenaikan energi yang diikuti oleh erupsi. Sebenarnya yang terjadi banyak erupsi kecil," katanya.

    Kasbani mengatakan, sampai saat ini volume kawah Gunung Agung yang terisi masih sepertiga bagian, yakni 20 juta meter kubik. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan. "Saat ini (kubah lava) tidak pernah naik sampai ke permukaan. Potensi saat ini erupsi, lontaran, abu, dan lahar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.