Bergerak Fluktuatif, IHSG Sesi I Menguat 0,24 Persen

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,24 persen atau 14,81 poin ke level 6.292,07 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 28 Desember 2017. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG berfluktuasi, bahkan sempat melemah dengan kisaran 6.259,61-6.296,93.

    Sebanyak 162 saham menguat, 147 saham melemah, dan 261 saham stagnan dari 570 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor finansial yang menguat 0,81 persen, disusul sektor infrastruktur dengan kenaikan 0,78 persen. Adapun empat sektor lainnya terpantau menekan indeks, didorong oleh sektor aneka industri yang melemah hingga 0,47 persen.

    Baca juga: Ditutup di Level 6.277,16, IHSG Punya Rekor Tertinggi Baru

    Saham BBRI (+1,97 persen), BBCA (+1,51 persen), BDMN (+5,11 persen), dan KREN (+2,88 persen) menjadi pendorong utama terhadap penguatan sektor finansial pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Berikut ini rincian 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini.

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    BBRI +1,97 persen

    BBCA +1,51 persen

    TLKM +0,93 persen

    BDMN +5,11 persen

    CAMP +24,79 persen

    Berdasarkan persentase:

    CAMP +24,79 persen

    JMAS +24,64 persen

    NIPS +22,70 persen

    NAGA +21,74 persen

    KONI +19,86 persen

    Baca juga: Terpengaruh Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini

    Reliance Securities memprediksi sisa dua hari perdagangan selanjutnya, menjelang tutup tahun 2017, IHSG diwarnai kekhawatiran aksi profit taking dengan range pergerakan 6.220-6.285.

    Analis Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG secara teknis yang menguat sangat signifikan memperbesar probabilitas koreksi di saat momentum IHSG terlihat pada level yang sangat jenuh beli atau overbought.

    Indikator Stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi melihat tingginya momentum pergerakan. "Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mulai terbatas di sisa dua hari perdagangan selanjutnya menjelang tutup tahun 2017 dengan diwarnai kekhawatiran aksi profit taking dengan range pergerakan 6.220-6.285," tulisnya dalam riset, Kamis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.