Libur Natal, Situs Megalit Gunung Padang Dipadati 500 Pengunjung

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berfoto di antara menhir situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24 triliun untuk penelitian situs ini. TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan berfoto di antara menhir situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24 triliun untuk penelitian situs ini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar lima ratus pengunjung memadati Situs Megalit Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, pada libur Natal dan Tahun Baru ini.

    Nanang, Juru Pelihara Gunung Padang, saat dihubungi Selasa, 26 Desember 2017, mengatakan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, jumlah pengunjung meningkat dibandingkan hari libur akhir pekan biasa, dengan jumlah pengunjung mencapai 300 orang setiap harinya.

    "Untuk hari ini, diperkirakan lebih dari 500 orang karena hingga sore menjelang wisatawan masih berdatangan, meskipun pengerjaan perbaikan jalan sedikit menghambat laju kendaraan," katanya.

    Baca juga: Naik Kereta ke Situs Meghalitik Gunung Padang, Tidak Lama Lagi

    Pihaknya memperkirakan angka kunjungan akan terus meningkat hingga pergantian tahun, tepatnya menjelang habisnya libur panjang sekolah. Seiring meningkatnya wisatawan yang datang, puluhan juru pelihara diturunkan secara bergantian.

    "Mereka bertugas mengimbau wisatawan yang datang untuk tidak naik dan duduk atau merusak situs. Karena selama ini, banyak wisatawan yang kurang memperhatikan dimana mereka berhenti untuk berswafoto atau istirahat," katanya.

    Sementara itu, seorang pengunjung yang disapa nenek Umi yang usianya hampir seabad sengaja datang ke Gunung Padang karena penasaran selama ini hanya melihat di televisi dan mendengar cerita dari cucu dan cicitnya.

    Meski telah berusia lanjut, nenek dari belasan cicit itu masih kuat berjalan menyusuri ratusan anak tangga untuk sampai ke puncak teratas Gunung Padang, didampingi seorang cucunya tanpa terlihat lelah.

    Baca juga: Gunung Padang Punya Ruang Bawah Tanah Misterius

    "Nenek penasaran karena letak Gunung Padang hanya beberapa puluh menit dari kampung kami di Warungondang. Akhirnya bisa sampai juga ke Gunung padang, melihat ciptaan sang maha kuasa yang katanya sudah mendunia," kata warga Warungkondang, Cianjur, ini.

    Hal senada terucap pula dari puluhan orang rombongan dari Jakarta, yang sebagian besar membawa keluarganya ke Gunung Padang sambil memberikan wawasan budaya dan pendidikan pada anak-anaknya.

    "Kalau tahu sudah sejak lama dari media televisi, namun baru tahun ini, bisa datang bersama keluarga. Gunung Padang sarat dengan budaya dan edukasi untuk anak-anak, sehingga kami memilih ke sini untuk menghabiskan liburan," kata Gina, wisatawan asal Jakarta Selatan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.