Tahun Baru, PLN dan ESDM Jamin Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pesta kembang api saat malam pergantian tahun di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 1 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Suasana pesta kembang api saat malam pergantian tahun di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 1 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN menjamin ketersediaan pasokan listrik di Jawa-Bali tetap terjaga selama libur Natal dan Tahun Baru.

    Listrik dipastikan selalu menyala selama 24 jam. Menteri ESDM Ignasius Jonan turun langsung mengawal ketersediaan listrik dengan memantau gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat pada Minggu, 24 Desember 2017.

    "PLN siap serta menjamin ketersediaan pasokan listrik selama kegiatan libur Natal dan tahun baru, khususnya di Bali. Ini kita lakukan untuk menjamin kenyamanan wisatawan di Bali," kata Jonan dalam pernyataan resmi, Senin, 25 Desember 2017.

    Dia menambahkan saat ini kondisi kelistrikan Bali memiliki cadangan hampir mencapai 50 persen dari kebutuhan listrik rata-rata setiap hari. Jumlahnya dinilai sudah sangat mencukupi.

    Baca juga: PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Selama Natal dan Tahun Baru

    “Ketersediaan pasokan listrik di Provinsi Bali menyentuh angka sekitar 1.200 Mega Watt (MW). Sedangkan beban puncaknya itu tidak sampai menyentuh angka 800 MW. Jadi cadangan pasokan listrik yang tersedia di Provinsi Bali hampir menyentuh angka 50 persen. Sudah aman,” ujar Jonan.

    Total Daya Mampu Netto (DMN) pasokan listrik di Sub Sistem Kelistrikan Bali adalah sebesar 1.284,4 MW yang berasal dari Kabel Laut Jawa-Bali sebesar 340 MW dan PLTG Gilimanuk 130,44 MW. Lalu, PLTU Celukan Bawang 380 MW, PLTG Pemaron 80 MW, dan PLTG/PLTD Pesanggaran sebesar 354 MW. Adapun beban puncak Sub Sistem Kelistrikan Bali adalah sekitar 850 MW.

    Jonan mengungkapkan sekitar 70 persen beban Bali terkonsentrasi di daerah selatan, yaitu Denpasar dan sekitarnya. Sejumlah Gardu Induk (GI) vital di daerah selatan Bali, seperti GI Kapal, GI Pesanggaran, GI Nusa Dua, GI Bandara dan GI Pamecutan Kelod, dipastikan siap.

    Baca juga: Natal dan Tahun Baru, PLN Kalselteng Jamin Tak Ada Mati Lampu

    GM PLN Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, menyatakan PLN Area Distribusi Bali akan mengerahkan sebanyak 750 personil serta ahli daya. Semuanya bakal fokus mengamankan pasokan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

    "Dari sisi pasokan, jaringan, dan distribusi, aman semua. Scanning terhadap transmisi, pembangkit distribusi aman semua. Kami lakukan inspeksi intensif untuk pastikan semuanya aman,” tuturnya.

    Suwarjoni memaparkan, selama 22 Desember 2017-4 Januari 2018, PLN tidak akan melakukan pemeliharaan agar tidak mengganggu masa perayaan. Diprediksi beban puncak selama perayaan akhir tahun adalah sekitar 805 MW.

    Selain menyiagakan petugas, PLN Bali juga akan menyiapkan 27 gardu bergerak supaya ketika trafo jaringan terganggu bisa langsung ditangani. Layanan itu masih ditambah dengan genset 2 unit, 3 unit mobil pendeteksi jika terjadi gangguan, serta 13 sepeda motor untuk membantu mendistribusikan petugas apabila ada gangguan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.