13 Tahun Sempat Mangkrak, Begini Kisah di Balik Kereta Bandara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembebasan Lahan Kereta Bandara Dimulai

    Pembebasan Lahan Kereta Bandara Dimulai

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi membuka kereta bandara Soekarno-Hatta untuk publik mulai hari ini, Selasa, 26 September 2017. Meski baru sebatas uji coba, namun penantian panjang untuk bisa menggerakkan lokomotif kereta dari Jakarta ke Cengkareng akhirnya bisa terwujud.

    “Kereta ini terdiri dari 10 rangkaian dengan kapasitas total 272 penumpang,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 25 Desember 2017. Perjalanan dimulai pukul 03.40 WIB dan beroperasi sampai 21.40 WIB, dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) ke Bandara Soekarno-Hatta. Adapun perjalanan rute sebaliknya mulai pukul 06.10 WIB sampai 23.10 WIB.

    Baca: Cegah Kerugian Operasikan Kereta Bandara, Railink Lakukan Ini

    Dalam pembangunannya, sejumlah persoalan memang kerap muncul sejak proyek pembangunan kereta dilelang pada akhir 2013. Saat PT KAI masih dipimpin oleh Ignasius Jonan, kini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pembangunan kereta bandara sempat terkendala tekait izin dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perhubungan. “Saya tidak mau cerita,” kata Jonan di Jakarta pada akhir September 2013.

    Kemudian pada awal tahun 2014, proyek pembangun kereta bandara lagi-lagi terganggu. Rencana penutupan pintu belakang bandara dari arah Tangerang atau lebih dikenal pintu M1 diprotes oleh sejumlah pihak, salah satunya Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Padahal penutupan pintu M1 tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembangunan kereta bandara.

    Pada awal 2015, kendala lahan jalur kereta bandara pun akhirnya teratasi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang, Said Endra Wiyanto, menyebut kendala pembebasan lahan selama ini terletak pada 297 bidang tanah di Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Alotnya tawar-menawar harga tanah di RW 09, 11, dan 12 ini membuat pembangunan rel kereta api dari Poris Plawad ke Bandara Soekarno-Hatta sempat tertunda. 

    Selanjutnya pada April 2015, masalah lain kembali muncul dalam penentuan harga tiket kereta bandara. PT KAI memperkirakan harga tiket bakal membengkak dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu. Kenaikan ini terjadi lantaran biaya pembebasan lahan dalam proyek ini juga ikut membengkak.

    Di akhir tahun 2016, pihak PT KAI tetap meyakini pembangunan kereta bandara akan selesai tepat waktu. Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, optimistis pengoperasian kereta bandara tidak akan molor dari target, yakni Juni 2017. "Sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo, saat ini sedang dikejar penyelesaiannya," kata dia, di kantor Jakarta Railways Center, Senin, 14 November 2016 lalu.  

    Namun, di tengah sejumlah persoalan tersebut, PT KAI akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan kereta bandara pada awal Desember 2017, meski sedikit molor dari target. Harga tiket untuk masa uji coba dari 26 Desember 2017 hingga 1 Januari 2017 dipatok Rp 30 ribu. Sedangkan untuk tiket regular mulai 2 Januari 2017 mendatang masih terus dikaji.

    Meski telah mulai beroperasi untuk publik, namun PT KAI masih punya tugas untuk merampungkan jalur kereta bandara hingga Stasiun Manggarai. Kereta bandara saat ini memang baru bisa diakses dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City). “Proyek kereta bandara di Stasiun Manggarai masih dikerjakan satuan kerja Kementerian Perhubungan, kita doakan lebih cepat selesai,” kata Edi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.