Bawang Merah Asal Kalimantan Banjiri Pasar Thailand

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang merapikan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Harga bawang naik dari 20 ribu rupiah menjadi 22 ribu rupiah perkilogram. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pedagang merapikan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Harga bawang naik dari 20 ribu rupiah menjadi 22 ribu rupiah perkilogram. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bawang merah asal Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mulai membanjiri pasar Thailand. Padahal, selama ini Negeri Gajah Putih itu tidak pernah menerima impor bawang merah.

    "Awal Desember 2017, kami mulai ekspor bawang merah ke Negeri Gajah Putih tersebut sebanyak 16 ton," kata Plt Kepala Dinas Pertanian, Wagimin, di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan selatan, Senin, 25 Desember 2017. "Alhamdulilah bawang merah kita dapat diterima oleh masyarakat Thailand," katanya optimistis.

    Menurut Wagimin, meski menjadi salah satu negara tujuan ekspor bawang merah Indonesia, Thailand selama ini tidak pernah menerima impor hasil pertanian tersebut. Masuknya bawang merah Tapin ke Thailand menjadi sinyal positif bagi petani bawang merah di Tapin.

    Baca juga: Indonesia Ekspor 5.600 Ton Bawang Merah ke Thailand

    "Tentunya kita akan terus meningkatkan kualitas pertanian bawang merah untuk memenuhi pasar ekspor," kata Wagimin sembari menyebut bibit dan tenaga ahli yang siap membantu petani bawang merah di Tapin.

    Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Kabupaten Tapin mulai fokus mengembangkan program hortikultura untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

    Hasilnya cukup menggembirakan karena kesejahteraan petani yang mengembangkan bawang merah, cabai, dan lainnya, kini meningkat. Sampai-sampai, kata Wagimin, beberapa di antara mereka bisa umrah seusai panen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.