Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Kereta Naik 5 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017.  Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan jumlah penumpang kereta selama libur natal dan tahun baru 2018 kali ini meningkat sekitar lima persen. Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan peningkatan ini menandakan animo masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta terus meningkat.

    “Jika pada hari biasa hanya sekitar 265 ribu penumpang per hari, maka kali ini mencapai 278 ribu penumpang per hari,” kata Edi saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 25 Desember 2017.

    Baca: Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, KAI Siapkan 17 Kereta Tambahan

    Menurut Edi, kenaikan jumlah penumpang kereta memang tegantung berapa jatah tempat duduk yang disediakan oleh PT KAI. Semakin sedikit tempat duduk yang disediakan, ujarnya, tentu semakin sedikit kenaikan jumlah penumpang. “Namun penumpang dalam liburan ini memang lebih banyak dibanding hari libur lainnya.”

    Sebagai contoh, jumlah penumpang kereta di Stasiun Gambir naik hingga mencapai Rp 18 ribu penumpang per hari, mengalahkan masa libur lebaran Idul Fitri yang maksimal hanya 16 ribu per hari. Kenaikan juga terjadi di Stasiun Senen menjadi 22 ribu penumpang per hari, dari hari biasa yang hanya 16 ribu per hari.

    Sebelumnya, PT KAI menyatakan jumlah tiket kereta yang disediakan untuk 17 hari selama masa natal dan tahun baru 2017 berjumlah sekitar 3,8 lembar. Pada 22 Desember 2017 lalu, Edi mengatakan semua tiket telah ludes terjual.

    PT KAI sebenarnya telah menyiapkan 17 kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang. Meski tiket hingga 2 Januari 2017 telah habis terjual, Edi menyebut tak menutup kemungkinan ketersediaan kursi masih ada jika pemilik tiket membatalkan perjalanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.