KAI: Tarif Kereta Bandara Rp 70 Ribu Belum FInal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memeriksa rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, 24 November 2017. PT Railink akan mengoperasikan 10 gerbong kereta bandara yang dapat mengangkut sebanyak 33.728 penumpang tiap harinya dan akan melalui rute Stasiun Manggarai, Sudirman Baru, Bukit Duri, Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO

    Teknisi memeriksa rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, 24 November 2017. PT Railink akan mengoperasikan 10 gerbong kereta bandara yang dapat mengangkut sebanyak 33.728 penumpang tiap harinya dan akan melalui rute Stasiun Manggarai, Sudirman Baru, Bukit Duri, Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan menjelang pemberlakuan tarif reguler, PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih belum menentukan harga pasti untuk tiket kereta bandara Soekarno-Hatta. Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan rencana pemberlakuan harga tiket sebesar Rp 70 ribu masih belum final.

    “Harganya masih kami perhitungkan. Yang jelas karena ini pelayanan publik, jadi harganya memang harus kompetitif,” kata Edi saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 25 Desember 2017.

    Baca: Tarif Promo Kereta Bandara Rp 30 Ribu Berlaku Hingga Akhir 2017

    Edi mengatakan pemberlakuan harga tarif regular memang akan dilakukan pada 2 Januari 2017 mendatang. Namun untuk sementara, ujarnya, masyarakat bisa menikmati tarif promo kereta bandara seharga Rp 30 ribu dalam masa uji coba dari 26 Desember 2017 hingga 1 Januari 2017. Tarif ini berlaku untuk tiket satu orang dalam satu perjalanan.

    PT Railink, perusahaan hasil kerjasama antara PT KAI dan PT Angkasa Pura II (Perseo), sebelumnya mematok harga Rp 75-100 ribu untuk tiket satu kali perjalanan. Namun ternyata Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak setuju dan meminta harga tiket bisa turun di kisaran Rp 70 ribu.

    “Sesuai arahan Presiden, Rp 100 ribu itu kemahalan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017 lalu.

    Atas permintaan Presiden, PT Railink sebagai operator kereta bandara pun akhirnya kembali mempertimbangkan harga tiket kereta bandara tersebut. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah tidak adanya subsidi dari pemerintah untuk harga tiket.

    Direktur Operasi dan Teknik PT Railink, Porwanto Handry Nugroho mengakui harga tiket sebesar Rp 70 ribu akan menjadi beban bagi biaya operasional perusahaan jika tingkat okupansi atau keterisian kereta tidak cukup tinggi. Menurut dia, harga tersebut masih memungkinkan untuk dinaikkan. “Itu bukan harga mati,” tuturnya.

    Adapun mulai besok, 26 Desember 2017, masyarakat umum sudah bisa menggunakan fasilitas kereta bandara ini.Untuk tahap uji coba ini, kereta akan melayani 42 perjalanan, 21 pergi dan 21 pulang. Pukul 03.40 WIB sampai 21.40 WIB dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) ke Bandara Soekarno-Hatta, dan pukul 06.10 WIB sampai 23.10 WIB untuk rute sebaliknya. Tiket kereta bandara ini bisa dibeli langsung di stasiun atau melalui aplikasi Railink yang tersedia di play store.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.