Warga Asing Penumpang Lion Air Terdampar 24 Jam di Sorong

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di counter Lion Air Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu, 20 Desember 2017, saat 25 penumpang tidak bisa diberangkatkan karena masalah teknis. Foto ini diunggah pemilik akun facebook Tris Destiana. (facebook.com)

    Suasana di counter Lion Air Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu, 20 Desember 2017, saat 25 penumpang tidak bisa diberangkatkan karena masalah teknis. Foto ini diunggah pemilik akun facebook Tris Destiana. (facebook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -Salah satu penumpang Lion Air, Scott Cunliffe yang merupakan warga negara asing menjadi viral di media sosial karena terjebak di Sorong selama 24 jam. Maskapai Lion Air yang semestinya membawanya ke Raja Ampat, mengalami delay hingga sehari semalam.

    Hal itu dituliskan di akun Facebooknya Scott Cunliffe. “Ada yang punya nama dan kontak manajemen Lion Air di Jakarta? Tolong DM ke saya. Sekarang saya terjebak di Sorong selama 24 jam menunggu penerbangan ke Raja Ampat. Saya perlu mengeluh ke Lion,” tulis Scott di akun Facebooknya, Minggu, 24 Desember 2017.

    Dalam akun instagramnya @sekott ia mengupload foto makan malam yang disediakan pihak Lion Air. Di foto tersebut makanan yang diberikan berupa nasi kotak dengan lauk telur, tempe oseng, sayur, mie goreng dan nasi putih. “Uda 26 jam di Sorong,” tulisnya di Instagram Story 10 jam yang lalu.

    Sampai saat ini Tempo belum berhasil menghubungi Scott Cunliffe dan pihak Lion Air untuk mengonfirmasi kejadian tersebut.

    Kejadian ini bukanlah yang pertama menimpa penumpang Lion Air. Pada Rabu, 20 Desember 2017, sebanyak 27 orang penumpang Lion Air tidak terangkut untuk rute Jakarta–Denpasar. Namun, Lion Air sudah menyampaikan permohonan maafnya dan mengklaim telah memenuhi hak 27 penumpang tersebut.

    Dalam status Facebook-nya, salah seorang penumpang Tris Destiana menulis bahwa 25 penumpang tidak mendapat tempat duduk karena kursi pesawat sudah terisi penuh. Pihak Lion, kata dia, akhirnya mengalihkan para penumpang ini ke penerbangan pada keesokan hari, Kamis, 21 Desember 2017. Tris juga mengeluhkan pihak manajer Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta yang kurang responsif karena tidak turun tangan mengatasi persoalan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.