Pasca-Kedatangan Jokowi, Okupansi Hotel di Bali Belum Membaik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memilih kaos di sebuah toko di Bali, 23 Desember 2017. Jokowi menyempatkan mampir ke tempat penjualan kaos khas Bali sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Semarang. Biro Pers Istana Kepresidenan

    Presiden Joko Widodo memilih kaos di sebuah toko di Bali, 23 Desember 2017. Jokowi menyempatkan mampir ke tempat penjualan kaos khas Bali sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Semarang. Biro Pers Istana Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebisnis hotel, Wiryanti Sukamdani, berharap kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Bali beberapa hari lalu turut membantu industri pariwisata di Pulau Dewata setelah sempat terpuruk akibat erupsi Gunung Agung. Saat ini, tingkat hunian hotel di Bali belum pulih bila dibanding hari-hari normal sebelum gunung tersebut meletus.

    "Tingkat hunian hotel sekarang sekitar 60 persen, yang biasanya akhir tahun sampai 80 persen," ujar pebisnis hotel yang juga Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ini melalui pesan pendek kepada Tempo, Ahad, 24 Desember 2017.

    Baca: Presiden Jokowi dan Kaesang Nikmati Kuta Sambil Ngevlog

    Sebelumnya, Jumat, 22 Desember 2017, Jokowi berjalan menyusuri Pantai Kuta ketika berkunjung ke Bali. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi memastikan Bali aman untuk dikunjungi karena sebelumnya sempat terganggu aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem.

    Wiryanti mengatakan, selain terjadi penurunan tingkat hunian hotel di Bali, kunjungan restoran mengalami hal serupa. Dia menyebutkan persentase penurunan kunjungan restoran sama dengan penurunan tingkat hunian hotel. "Penurunannya juga sekitar 20 persen," katanya.

    Menurut Wiryanti, pemerintah harus bertindak untuk membuat wisatawan tenang saat berkunjung ke Bali. Sebab, kata dia, pariwisata Bali hingga saat ini masih menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan. "Yang penting pemerintah harus menjelaskan dengan baik mana daerah bahaya, prediksi gunung akan meletus, atau kegiatan gunung yang perlu diwaspadai," ucapnya.

    Harapan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier (INACA) Tengku Burhanuddin. Ia berujar, beberapa hari kemarin, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai padat pengunjung. "Untuk data belum ada, tetapi kemarin transit Bandara Ngurah Rai padat," tuturnya.

    Sehari setelah Jokowi mengunjungi Bali, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 23 Desember 2017, pukul 11.57 waktu setempat. Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pada periode Sabtu kemarin pukul 06.00-12.00 Wita, asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu. Kategori intensitasnya tebal dan tinggi 500-2.500 meter di atas puncak kawah.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara